CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Isu pajak kembali jadi sorotan. Kali ini, suara kritis bukan hanya datang dari kalangan buruh dan karyawan, tapi juga dari pengusaha ternama di Kota Cilegon yang angkat bicara soal nasib para pekerja.
Pengusaha tersebut mengaku prihatin melihat karyawan bergaji kecil justru dipaksa menanggung beban pajak yang semakin memberatkan. Menurutnya, kondisi ini membuat kehidupan para pekerja kian sulit karena penghasilan yang pas-pasan harus terkuras lagi untuk pajak penghasilan.
“Kalau terus dibiarkan, kasihan karyawan-karyawan kita. Mereka sudah bekerja keras, tapi penghasilannya tergerus oleh aturan pajak yang tidak berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya.
Ia pun menyuarakan agar aktivis, mahasiswa, dan elemen masyarakat ikut bersuara lantang mengkritisi persoalan ini. Sebab, pajak yang seharusnya menjadi instrumen keadilan sosial, justru berbalik menjadi jerat yang menindas.
“Mahasiswa dan aktivis perlu bersatu mengingatkan pemerintah. Pajak jangan sampai jadi alat yang mematikan semangat hidup rakyat kecil,” tegasnya.
Keluhan serupa sebelumnya juga ramai disampaikan sejumlah pekerja di Cilegon. Mereka menilai kebijakan pajak yang berlaku saat ini terlalu memberatkan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
Seruan dari kalangan pengusaha ini diharapkan bisa menjadi pemantik bagi gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menyoroti kebijakan pajak yang dianggap tidak adil bagi buruh dan karyawan kecil.

































