Walikota Cilegon: Jangan Ada Diskriminasi Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat

656
Para Pegawai Saat Mengikuti Workshop Keprotokolan Yang DIgelar Oleh Bagian Umum Setda Kota Cilegon. (Foto, Ist)
Para Pegawai Saat Mengikuti Workshop Keprotokolan Yang DIgelar Oleh Bagian Umum Setda Kota Cilegon. (Foto, Ist)

CILEGON, (BidikBanten) – Sub Bagian Protokol Setda Kota Cilegon menggelar Workshop Keprotokolan di salah satu hotel di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Senin (05/12/2016).  Dalam workshop yang mengundang 80 peserta dari Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon ini dibuka oleh Walikota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi.

Walikota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi beralasan diselenggarakannya workshop keprotokolan ini adalah untuk mengajarkan adab beperilaku kepada Pegawai Pemerintahan itu sendiri. “Pada hakikatnya keprotokolan mengajarkan adab berperilaku, adab berperilaku yang saya maksud bukan hanya dalam hal adab dalam melayani kebutuhan para pejabat Negara pada saat acara berlangsung, tetapi secara luas saya maksudkan adalah adab ketika melayani seluruh unsur Masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.

Walikota juga berpesan, kepada seluruh Pegawai Pemerintah Kota Cilegon agar tidak menjadi pegawai yang hanya ingin dilayani tetapi harus bisa melayani. “Saya sudah katakan berkali-kali dalam sambutan saya, bahwa saya tidak ingin melihat Pegawai Pemerintah Daerah ingin dilayani, Pegawai Pemda harus mau turun langsung, menjemput Masyarakat, dan memberikan pelayanan yang dibutuhkan, tidak ada diskriminasi dalam pemberian pelayanan, setiap Masyarakat harus menerima pelayanan yang baik,” tuturnya.

Dalam workshop yang menghadiri pemateri Wakil Walikota Cilegon, Edi Ariyadi mengenai Rencana Pembangunan Daerah Kota Cilegon, Plt. Sekretaris Daerah, Ratu Ati Marliati mengenai keprotokolan, pemateri dari biro Provinsi Banten, Bayu dan pemateri dari Badan Diklat Provinsi Banten, Rachmat Soegiharto ini diikuti peserta secara antusias dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diberikan kepada pemateri. (Red)