USAID PRIORITAS, Tingkatkan Mutu Pembelajaran Lewat PTK

648

Peserta sedang mempersiapkan materi pembelajaranSetelah mengikuti pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diadakan USAID PRIORITAS ini, saya jadi paham bagaimana melaksanakan PTK dengan baik, agar dapat  memperbaiki  mutu  pengajaran  di  kelas.  Saya  juga  senang  karena  dalam pelatihan ini, saya dapat berkolaborasi dengan dosen sebagai tenaga pengajar.

“Disekolah  sendiri,  Kepala  Sekolah  sudah  meminta  saya  untuk  dapat  menularkan kepada  rekan  guru  yang  lainnnya.”kata Sobri,  Guru  MIN  Langon  Cilegon  yang menjadi  peserta  dalam  Pelatihan  Penelitian  Tindakan  Kelas  tahap  2  yang diselenggarakan USAID PRIORITAS Provinsi Banten pada 20-22 Februari 2015 lalu.

Lynne  Hill,  Teacher  Training  Advisor USAID  PRIORITAS  juga  mengatakan  dalam pembukaan, Penelitian Tindakan Kelas diharapkan juga memperkuat kerjasama diantara Guru dan Dosen sebagai pengajar dalam memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.

USAID  PRIORITAS  Provinsi  Banten  telah melangsungkan dua kali  pelatihan PTK agar  dapat  menyempurnakan instrument dan melakukan perencanaan tindakan di kelas.

Peserta menyiapkan materi pembelajaran sebelum dipresentasikanPeserta terdiri dari 2 dosen dan 2 guru yang mencakup 4 tim yakni satu tim literasi SD, satu tim literasi MTs, satu tim Matematika MI dan satu tim IPA SMP.

“Total  peserta dalam pelatihan ada 6 belas orang. Mereka diharapkan dapat melakukan penelitian dengan baik sehingga mampu melakukan perubahan dalam pembelajaran di kelasnya. Pada akhirnya, mereka juga akan dapat meningkatkan kemampuan diri baik sebagai guru maupun dosen dalam meneliti dan mengajar.”ujar  Dr.  Naf’an  Tarihoran,  M.Hum.,  S.Pd.,  Teacher  Training  Institute  (TTI)  –Development School  USAID PRIORITAS Provinsi Banten.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk  menganalisis  data  hasil  siklus  pertama yang sudah kami  laksanakan  dan melakukan perencanaan  tindakan  dan  penyempurnaan  instrumen  untuk  siklus kedua.

Diharapkan guru dan dosen mampu menerapkan penelitian tindakan kelassebagai upaya memecahkan pembelajaran di kelas.” tambahnya.

Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  yang berlangsung selama tiga hari  iniber fokus  pada  aktivitas  seperti  menganalisis data  siklus  pertama,  yaknimerencanakan  (Planning),  mengamati  (Observation),  melaksanakan  (Action) dan merefleksikan (Reflection)  kemudian  melakukan  refleksi  terhadap  hasil  siklus pertama.

Kedua,  peserta  mampu merencanakan dan menyempurnakan langkah-langkah tindakan dan instrumen yang akan digunakan dalam siklus kedua. Terakhir, peserta diharapkan dapat mengkaji format laporan PTK dengan baik.

*Rilis