Terpilihnya Iyus Marhus Sebagai Ketua PKB Dibayang-bayangi Money Politik

824
Terpilihnya kembali Iyus Marhus sebagai ketua PKB kota Cilegon melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang dlakukan secara Voting menghembuskan aroma tak sedap  bernama ‘Money politik’ seputar terpilihnya kembali Incumbent (Iyus Marhus-red) sebagai ketua PKB kota Cilegon periode 2015-2020.
muscab pkbBeredar kabar dikalangan internal Partai, dugaan money politik yang dilakukan para calon ketua PKB kota Cilegon yang berjumlah 3 orang itu yakni, Iyus Marhus, Syarif Ridwan dan Umar Barmawi  dengan memperebutkan suara Pengurus Anak Cabang (PAC) yang berjumlah 5 suara plus 1 suara DPC tersebut semakin menguat manakala ketua Dewan Syuro terpilih, Atqo Azhari menyatakan didepan forum persidangan saat pelaksanaan pemilihan berlangsung.
Atqo Azhari yang baru saja terpilih sebagai ketua Dewan Syuro PKB kota Cilegon, menyatakan di depan forum yang di pimpin oleh perwakilan DPP dan DPW PKB bahwa pihaknya keberatan jika nanti ada temuan atau laporan dugaan kecurangan yang dilakukan oleh  para kandidat calon ketua.
Pihaknya meminta, jika ada temuan atau laporan yang didukung bukti dan saksi mengenai money politik dari salah satu calon atau ketua terpilih, maka dirinya sebagai ketua Dewn Syuro PKB kota Cilegon merasa keberatan dan meminta DPP menganulir keputusannya karena dinilai cacat hukum.
Hal senada dikatakan Umar Barmawi, kandidat calon ketua yang dikalahkan oleh Iyus Marhus, Umar menduga ada gerakan penggembosan yang dilakukan oleh sejumlah pemilik suara yakni para ketua PAC yang tidak bulat mendukung dirinya, bahkan Umar mensinyalir ada gerakan mencurigakan dari para pengurus PAC yang membelot pasca pemilihan ketua dengan langsung meninggalkan acara secara terburu-buru kendati acara masih berlangsung.
Sementara itu, Sekjen PKB kota Cilegon  Demisioner Irhamna kendati enggan menanggapi masalah tersebut, namun pihaknya pun tengah menunggu dugaan kebenaran dari persoalan itu, menurutnya, jika hal itu benar dilakukan calon terutama pemenang terpilih, maka sangat disayangkan.
“Jika itu benar dilakukan oleh para calon atau pemenang terpilih, itu sudah mencederai Demokrasi dan mencoreng kami semua dan hal itu tidak dapat dibiarkan karena pihak DPP akan bertindak tegas”ujarnya.
Reportase: Ardiansyah

Comments are closed.