Sopir Ogah Ditilang, Malah Nantang Polisi Berkelahi

1024

sopir ogah ditilangTidak terima  ditilang, sopir Mikrolet 01 jurusan Kampung Melayu – Senen menantang polisi berkelahi. Ia mengaku memilih lebih baik di penjara dari pada harus mendapat surat tilang.

Aksi inilah yang terjadi di depan Terminal  Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (18/9).Saat itu, sopir  Ajuan Aritonang, 37, baru keluar dari terminal dengan cara melawan arah. “Saya tidak salah kenapa harus ditilang,” katanya dengan nada meninggi.

Pria yang langsung turun dari kemudinya itu, langsung mencopot seragam. Baju itu pun dibantingnya di depan beberapa petugas. Tak hanya itu, dompet dan surat-surat kendaraannya  juga ikut dilempar untuk melampiaskan kekesalannya. “Daripada ditilang lebih baik tangkap saya saja sekalian,” ungkapnya kesal.

Menurutnya, penolakan itu atas dasar peraturan yang diberlakukan pihak terminal terhadap armada M 01. Dari situlah Ajuan menilai dirinya tak salah dan tak patut mendapat teguran. “Harus peraturan apa lagi yang kami ikuti. Di terminal maunya seperti ini, tapi begitu kami jalan keluar malah mau ditilang,” cetusnya.

Dikatakannya, sistem “ngetem” yang dilakukan armada M 01, lantaran pihak terminal memindahkannya dari tempat biasa. Sehingga, mobil ini harus keluar hanya dengan memanfaatkan pintu masuk terminal Kampung Melayu. “Kami hanya mau cari uang untuk menafkahi keluarga, cuma semuanya malah dipersulit,” ungkapnya.

Aksi yang terjadi disaat jalur tengah ramai itu menjadikan tontonan warga. Tak pelak, kemacetan pun sempat terjadi atas aksi tersebut. Pasalnya, si sopir yang terus berteriak “tangkap saya, tangkap saya” membuat suasana menjadi memanas. Belum lagi teriakan sopir lain menambah keruh suasana.

Aksi tarik menarik juga sempat terjadi dalam kejadian itu. Dimana saat petugas kepolisian dari unit Gakkum Polda Metro Jaya akan mengamankan Mikrolet B 2334 WT akan dibawa petugas untuk diamankan. “Saya sudah bilang, lebih baik tangkap saya. Mobil saya nggak salah apa-apa, ini juga punya bos saya,” ucapnya sambil menantang petugas.

Kasubdit Bingakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono yang berada di lokasi sempat kesulitan mengatasi permasalahan tersebut. Pasalnya, beberapa sopir yang melihat peristiwa itu sulit untuk diredam. “Saya minta yang tidak berkepentingan tak usah ikut campur,” teriaknya.

Hingga akhirnya, musyawarah pun dilakukan antara pihak sopir, kepolisian dan pihak Terminal Kampung Melayu. Sementara atas pelanggaran yang dilakukan sopir mikrolet 01, Hindarsono pun mengaku tetap memberikan penindakan. “Setiap pelanggar kami tindak, tanpa terkecuali termasuk si sopir mikrolet yang awalnya tak mau ditilang,” ungkapnya.

(PK/BBO)

Comments are closed.