SK Walikota Tentang Tempat Hiburan Malam Hanya Sekedar Hiasan

1137

Giat PolresSemakin maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) yang sudah langgar peraturan walikota, tentang penutupan tempat hiburan yang berada di kota Cilegon. Menurut saksi mata, Aris (45) pedagang kaki lima di Simpang Tiga mengatakan itu sudah menjadi hal yang biasa.

“ Paling lambat sekitar pukul 01.00 atau sekitar pukul 02.00 tutupnya,” kata Aris, saat di temui oleh wartawan, Selasa (02/09) Aris menjelaskan, terkadang THM tutup pukul 24.00.

“Kalau sepi biasanya pukul 24.00 sudah tutup, berhubung sekarang tanggal muda, THM semakin ramai di kunjungi,” jelasnya. Hasil pantauan, ada beberapa Tempat Hiburan Malam yang suara musiknya terdengar hingga keluar.

Menyikapi peraturan walikota yang di langgar oleh Tempat Hiburan Malam (THM), Ormas Islam memberikan kritikan terhadap kebijakan Waliota Cilegon yang sudah di buatnya, tentang penutupan THM.

Majlis Badar Jalali, Ustadz Nur Bagus atau yang sering di panggil dengan Ustadz Sehu mengungkapkan, bahwa SK yang walikota buat hanya sekedar hiasan.

“Semoga walikota Cilegon tidak buta, tidak tuli dan tidak tertutup hatinya. Sehingga, beliau mau bertindak dan berbuat sesuai dengan SK yang sudah dikeluarkan,“ ungkapnya, saat di hubungi melalui telepon seluler, Selasa (02/09) Ustadz Sehu pun berpesan kepada walikota Cilegon untuk bisa menjalankan kepemimpinannya dengan baik.

“Dan semoga walikota Cilegon bisa menegakan kebenaran dan menjadikan Cilegon ini kota yang beradab dan beriman, baik buruknya suatu kota di sebabkan baik buruknya umarohnya,” ujarnya.

Sementara itu, adanya Tempat Hiburan Malam (THM) merupakan kehancuran untuk anak-anak bangsa. Hal tersebut dikatakan Ustadz Sehu. “Dan mereka (THM) hanya memikirkan perut sajah (memperkaya diri sendiri), sedangkan mereka itu tidak pernah ikut memerdekakan bangsa ini,” kata Ustadz Sehu.

Ustadz Sehu menegaskan, THM itu merupakan tempat perkumpulan para binatang. “Mereka sudah tidak punya hati nurain, mereka itu sudah seperti binatang yang hanya memikirkan perutnya sajah,” tegasnya.

Para pahlawan berjuang untuk memerdekakan bangsa ini untuk generasi anak cucunya, tapi ustadz Sehu menerangkan, sekarang anak cucunya memberikan balasan yang tidak sebanding dengan perjuangan para pahlawan terdahulu. “Kita renungkan, betapa beratnya para pejuang bangsa ini untuk merebut kemerdekaan tanah air, tapi balasan kita dengan kemaksiatan yang sangat menyakitkan para pahlawan,” pungkasnya. (Acil)