Setengah Juta Perempuan di Jabar Punya Suami “Hidung Belang”

3282

Sebanyak 946.814 lelaki di Jabar ternyata adalah “lelaki hidung belang”. Lebih mengkhawatirkan lagi, dari jumlah tersebut sebanyak 520.748 di antaranya adalah kepala rumah tangga, yang mempunyai isteri dan anak-anak.

Data tersebut diungkapkan Sekretaris Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar, Arry Lesmana Putera dalam rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS tingkat Kabupaten Ciamis di Aula Setda Ciamis, Senin (19/5/2014) kemarin.

Rakor penanggulangan HIV/AIDS tersebut dihadiri 26 camat dari Kabupaten Ciamis, para kepala puskesmas, utusan SKPD, tim HIV/AIDS Dinkes Ciamis, BNN Ciamis, MUI, ormas, LSM, dan lembaga lainnya.

Data tersebut, menurut Arry, menjadi mengkhawatirkan karena Jabar tengah memasuki fase gelombang ketiga penularan HIV/AIDS, yakni fase penularan melalui hubungan heteroseksual.

Menurutnya, Jabar telah melawati dua fase sebelumnya, yakni fase penularan melalui hubungan seks laki-laki sejenis (1987-1997) dan fase penularan melalui alat suntik (1997-2007).

Memasuki fase gelombang ketiga ini, menurut Arry, masyarakat sering dikejutkan dengan berita tentang kejahatan seksual seperti yang belakangan kerap terdengar. “Ini mirip yang terjadi di Afrika. Di Afrika, fase gelombang tiga juga ditandai dengan maraknya kasus perkosaan dan kejahatan seksual,” ujar Arry.

Data dari Dinkes Jabar, kata Arry, dari 4.131 penderita AIDS dan 9.340 pengidap HIV di Jabar, sebanyak 1.659 orang di antaranya  merupakan orang tidak bekerja, 1.012 orang lainnya wiraswasta, 924 orang karyawan, 834 orang ibu rumah tangga,  566 orang wanita PSK, 260 orang berstatus mahasiswa/siswa, 137 orang buruh, 39 PNS, dan 17 orang TNI/Polri.

“PNS juga merupakan kelompok yang rawan penularan HIV/AIDS,” kata Arry.

(Kom)