Sebutir Granat dan Seratusan Peluru Aktif Ditemukan di Pembuangan Sampah

766

Sebutir granat dan seratusan peluru aktif ditemukan di tempat pembuangan sampah di Depok dan Jakarta Pusat dalam dua hari terakhir. Kasusnya saat ini ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Ratusan peluru aktif ditemukan oleh Zaenal Abidin (37), warga Karet Tengsin, Jakarta Pusat, saat sedang menanam pohon pepaya tak jauh dari tempat pembuangan sampah dekat kediamannya, Minggu (8/6/2014) siang. Ketika menggai tanah dia mendapati sekantong plastik berisi benda logam.

“Dari dalamnya jatuh benda yang diduga paku, namun setelah dibuka ternyata berisi peluru,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, melalui telepon, Minggu (8/6/2014).

Polsek Tanah Abang yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pemeriksaan. Kantong plastik hitam berisi sembilan dus kecil berisi 185 butir peluru.

Rinciannya, empat dus berisi 80 butir peluru hampa caliber 5,56 mm Dakhura MU 5 dk Lot No.12/97 produksi PT Pindad Persero; lima dus berisi 100 butir peluru karet caliber 5,56 mm Dakhura MU 5 H Lot No.12/97 PT Pindad Persero; dan lima butir peluru tajam bermereka 303 British WRA.

Sehari sebelumnya, Eni (45) warga kompleks Cipayung Abadi Jaya, Depok, juga menemukan tas berisi perlengkapan militer di Tempat Pembuangan Sampah di RT 4/2 Kel Abadijaya Kec Sukmajaya, Depok. Tas dia temukan pada pukul 06.00 WIB,  Sabtu (7/6/2014).

“Saksi baru melaporkannya ke Polsek pukul 13.30 WIB. Alasannya, saksi merasa takut mau laporan,” kata Rikwanto.

Petugas Polsek Sukmajaya kemudian menginventarisasi temuan itu. Perlengkapan militer yang ditemukan Eni adalah, sebuah granat nanas aktif, 159 butir peluru aktif M-16 kaliber 5,56 mm, tas hitam dengan tulisan bordir “Secaba Infantri 2004 – Rindam Jaya”, helm hijau bertuliskan angka “538576” di bagian dalamnya dengan spidol, serta sobekan kain tebal.

Pihak Polsek Sukmajaya kemudian melakukan koordinasi dengan Koramil Sukmajaya. “Barang Bukti kemudian diserahterimakan kepada Danramil Kapten Inf. Warjata untuk tindak lanjut penyelidikan,” ucap dia.

(Lhe)