Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Nelayan: Kami Nelayan Pelaut Bukan Pembuang Sampah Kelaut

641

IMG-20170305-WA0005

Dalam Rangka Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2017, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon beserta nelayan melakukan kegiatan membersihkan sampah di pantai Lelean.

Hal tersebut sebagai bentuk kegiatan tahunan yang rutin dilakukan, terlebih lagi ketika musim penghujan tiba, kiriman sampah dari pemukiman warga yang dibuang ke sungai  dipastikan bermuara kelaut.

“Kami nelayan Laut bukan pembuang sampah kelaut. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.SE.I/MenLHK-Setjen/Rerom/PLB3/I/2017 Tentang Pelaksanaan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017. Yang memprioritaskan kegiatan diwilayah pantai” ujar Dedi Kusnaedi selaku Sekjen HNSI kota Cilegon.

Diketahui, Kota Cilegon secara fisik mempunyai luas wilayah dan panjang garis pantai dengan luas Wilayah Pantai sekitar 55 Km2 sedangkan Panjang Garis pantai sekitar 25 Km, serta luas Perairan Laut sekitar 185 Km2. Seiring dengan perkembangan kota industri dan pembangunan yang memanfaatkan pesisir di kota Cilegon, sehingga pesisir yang tersisa sangat minim dan berdampak semakin tergusurnya pangkalan nelayan.

Dari delapan pangkalan yang tersisa, diantaranya pangkalan tanjung pujut (suralaya kecamatan pulomerak), pangkalan lebak gede (kecamatan pulomerak), pangkalan kaltek (kecamatan pulomerak), pangkalan mabak (kecamatan pulomerak), pangkalan tanjung peni (kecamatan citangkil), pangkalan tanjung leneng (kecamatan ciwandan) dan dua pangkalan lelean (kecamatan grogol) dan pangkalan medaksa (kecamatan pulomerak) yang kondisi pangkalannya di penuhi sampah.

Sementara itu, pada hari jum’at 03 maret 2017 diruang rapat PT. Lotte Chemical Titan Nusantara Pemprov Banten melaui Badan Lingkungam Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten berencana Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang akan diselenggarakan di pantai Lelean dengan melibatkan berbagai unsur yang menargetkan seribu peserta.

“Terkait lokasi kegiatan, kami berharap untuk dipertimbangkan kelokasi pantai Medaksa (sebelah terminal terpadu merak), pertama acara peresmian rencana dilaksanakan di panti mabak sebelah pantai medaksa, kedua akses menuju ke medaksa lebih dekat dan bisa dilalui mobil, ketiga kondisi sampah dimedaksa lebih banyak dari pantai lelean. Sedangkan di lelean jaraknya lebih jauh dari tempat rencana peresmian dan akses menuju kepantai lelean tidak bisa dilalui mobil sehingga kemungkinan kegiatan tersebut tidak efektif dan tidak maksimal” Terang Dedi. (KD)