Penyebaran Penyakit Aids di Kota Cilegon Semakin Mengkhawatirkan

955

thmCilegon, BBO – Penyebaran Virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Cilegon menunjukkan tren peningkatan pada setiap tahunnya dan dalam perkembangannya semakin menghawatirkan. Dari total 323 kasus HIV yang terjadi di Kota Cilegon sejak 2005, diantaranya 108 orang positif  terjangkit penyakit AIDS serta 8 kasus penderitanya meninggal dunia pada 2013 dan 11 kasus pada 2014.

Penderita HIV/AIDS yang didominasi usia produktif antara 24-35 tahun itu, bila di rata rata terdapat 30-40 penderita baru dalam setiap tahunnya. “Yang paling banyak di Kecamatan Pulomerak 72 penderita dan Jombang 70 orang,” kata kepala Dinas kesehatan Kota Cilegon dr. Arriadna.

Arriadna mengatakan, Dinkes Cilegon melakukan tes HIV di beberapa tempat hiburan di Kota Cilegon melalui puskesmas terdekat. Dalam tes tersebut, pihaknya memberikan pemahaman dan wawasan terkait HIV/AIDS. “Apakah terinfeski HIV, virus penyebab AIDS. Kebanyakan tes ini mencari antibody terhadap HIV. Artinya, bila ditemukan HIV dalam darah, berarti terinfeksi HIV,” Tuturnya.

Lebih jauh, ia mengatakan, ada juga jenis tes lain yang mencari tanda bahwa virus sendiri ada didalam darah, tetapi tes semacam ini belum tersedia di Indonesia. Penularan HIV di Cilegon, masih didominasi oleh perilaku hubungan seks tidak aman seperti hubungan berganti pasangan dan hubungan seks sesama jenis.

“Sementara, tren penggunaan jarum suntik justru menurun setiap tahun. Yang harus diketahui masyarakat, HIV memang penyakit menular tapi tidak mudah menular,” kata Arriadna, seraya mengatakan bahwa untuk menekan angka penderita HIV, Dinkes Cilegon melaksanakan mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau biasa disebut dengan layanan Konseling dan Tes HIV Sukarela (KTS).

Program tersebut, jelas dia, dilaksanakan secara berkala di lokasi-lokasi yang dinilai berisiko menjadi tempat penyebaran HIV. Penderita HIV/AIDS dapat mengakses pengobatan di RSKM, RSUD Cilegon, dan RS Kurnia. Selain itu, 8 Puskesmas yang tersebar di Cilegon juga telah melayani pemeriksaan HIV.

Sementara itu dari tanggapan beberapa masyarakat mengatakan seharusnya pemerintah kota cilegon bukan hanya melakukan tes HIV nya saja melainkan berupaya untuk meminimalisir bahkan bila perlu mencegah penularan HIV, akan tetapi masyarakat tetap mengapresiasi langkah langkah dari Pemerintah kota Cilegon dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Cilegon untuk melakukan test HIV sebagai langkah mencegah penularan HIV/AIDS.
(Angga)