Kurikulum 2013 Diterapkan di Tiga Persen Sekolah Rintisan

636

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan tidak memerintahkan seluruh sekolah untuk berhenti menerapkan Kurikulum 2013. Sebab, ia menilai terdapat beberapa sekolah yang telah siap menerapkan Kurikulum tersebut.

Selain itu, Anies mengatakan sekolah yang telah siap tersebut akan dijadikan sebagai sekolah rintisan bagi Kurikulum 2013.

“Kurikulum 2006 diterapkan hanya di 97 persen sekolah dan tiga persen itu menjadi sekolah rintisan (Kurikulum 2013),” kata Anies usai diskusi perspektif Indonesia dengan topik Mencari Kurikulum yang Maksimum, di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (13/12/2014).

Kemudian, sekolah rintisan tersebut nantinya akan memberikan pelatihan terhadap guru-guru yang kini masih menerapkan Kurikulum 2006. Supaya guru-guru tersebut dapat menerapkan Kurikulum 2013 ini di sekolah masing-masing.

“Guru-guru nanti diberikan pelatihan dengan nanti mereka magang di sekolah rintisan yang 3 persen itu. Setelah pelatihan, mereka bawa ke sekolah masing-masing,” ujar dia.

Penggagas program Indonesia Mengajar ini mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah yang menjadi rintisan tersebut terdapat di sekitar 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menarik Kurikulum 2013 dan mengganti dengan Kurikulum 2006. Keputusan ini berlaku terhadap 201.779 sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 kurang dari tiga semester. Sementara itu, 6.221 sekolah yang sudah menerapkan kurikulum ini selama tiga semester diminta terus melanjutkan.

(Samsul)