Hindari ‘Kebangkrutan’ Krakatau Steel Pangkas Jabatan struktural

732

ksgJakarta – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melakukan efisiensi untuk perusahaannya agar tidak terseret ‘kebangkrutan’ yang cukup dalam.

“Salah satu langkah yang dilakukan untuk melakukan efisiensi adalah dengan melakukan perubahan pola operasi pada area Iron & Steel Making,” ungkap manajemen KRAS, dalam laporannya kepada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/9/2014).

Perubahan pola operasi ini dapat berakibat pada pengurangan volume pekerjaan di beberapa bidang atau bagian yang selama ini dilakukan oleh para vendor rekanan.

“Pengurangan volume pekerjaan tersebut dapat mengakibatkan para vendor perseroan akan merumahkan para buruhnya,” demikian tulis manajemen.

Langkah efisiensi lain yang dilakukan oleh perseroan adalah melakukan evaluasi terhadap organisasi perusahaan secara keseluruhan sehingga menjadi lebih ramping dan efisien (slimming organisasi). “Langkah ini meliputi pengurangan jabatan struktural di perusahaan,” tambahnya.

Berangkat dari sana, perseroan memahami implikasi yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan kebijakan ini. Akan tetapi dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang lebih besar bagi kinerja korporasi ke depan, langkah ini harus dilakukan.

“Dalam pelaksanaannya, perseroan dan vendor akan mengikuti perundangan dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku serta bersikap terbuka,” pungkasnya.

Sekadar informasi, langkah PHK yang dilakukan perseroan dilakukan sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi dunia yang masih mengalami perlambatan karena krisis keuangan berkepanjangan di negara-negara Eropa.

Faktor tersebut mengakibatkan berkurangnya permintaan dan konsumi baja dunia. Sehingga berkurangnya permintaan baja ini menyebabkan terjadinya oversupply atau kelebihan pasokan atas produk baja yang berakibat turunnya harga baja dunia.
AHL/BBO