Hari Bangunan Indonesia Ditetapkan 11 November

655

borobudurPT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP), produsen Semen Tiga Roda, menggandeng tujuh inisiator tokoh konstruksi Indonesia untuk mendeklarasikan 11 November menjadi Hari Bangunan Indonesia. Ini dilakukan untuk mewujudkan infrastruktur berkualitas serta berkelanjutan bagi generasi masa depan.

“Hari Bangunan Indonesia menjadi momentum untuk mengajak seluruh pelaku konstruksi seperti kontraktor, developer, industri bahan bangunan, arsitek serta akademisi,” kata Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

“Kita bersama-sama menjaga komitmen terhadap standar bangunan berkualitas dengan memberikan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu,momentum ini juga sejalan dengan apresiasi Indocement terhadap industri khususnya kontraktor. Terhadap para penggiat konstruksi yang dapat memberikan produk dan pelayanan lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Ini didedikasikan kepada kontraktor serta insan industri properti lainnya yang menunjukkan bagusnya kinerja. Hasil menggembirakan karena terbukti masyarakat Indonesia sangat kreatif,” tutur dia.

Di kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono mengatakan, sudah seharusnya sektor industri pembangunan Indonesia mendukung deklarasi ini.

“Kita memiliki beberapa bangunan unik dalam sejarah dalam bentuk kota wisata di Indonesia, yang harus dipertahankan ke depan kita memiliki pembangunan konstruksi masif bagus,” jelas dia.

“Proyek Nawacita konstruksi dan pembangunan infrastruktur 30 bendungan, lebih dari 2.000 km jalan dan 220 rumah apartemen maupun tapak. Melalui Hari Bangunan Indonesia, diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu perstrukturan tanah konstruksi, tetapi juga dalam bentuk bangunan rumah di tanah air,” tukas dia.

((Quy/okz)

Comments are closed.