Diduga Bocor, Razia Gabungan Di Kota Cilegon Hanya Gelandang Dua Pemakai Ganja

733

 

 

 

Petugas BNN Kota Cilegon Saat Tes Urine Terhadap Penghuni Bedeng Kontrakan. (Foto, BidikBanten)
Petugas BNN Kota Cilegon Saat Tes Urine Terhadap Penghuni Bedeng Kontrakan. (Foto, BidikBanten)

CILEGON, (BidikBanten) –  Razia gabungan yang digelar Kesbanglimas, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon, Dinas Sosial, Satpol PP, Kepolisian, dan TNI, di  sejumlah tempat bedeng kontrakan dan kost-kostan diduga ‘bocor’, akibat adanya oknum aparat yang sengaja memberikan informasi.

Kepala BNN Kota Cilegon, AKBP. Sopian Girsang mengatakan, dalam razia tersebut, petugas gabungan hanya menjaring dua pasangan yang diduga mengkonsumsi narkoba. Keduanya terjaring di Lingkungan Buyut Arman, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, dan tempat kostan di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

“Razia kali ini, hasilnya belum memuaskan. Dari beberapa tempat yang dilakukan razia banyak rumah kost yang ditinggalkan penghuninya, kami menduga razia ini sudah “bocor”, karena kemungkian ada oknum aparat yang memberikan informasi,” kata Sopian usai pelaksanaan razia, Jumat (04/10/2016) dini hari.

Sopian menuturkan, razia yang berlangsung, sangat berbeda dengan razia yang dilakukan sebelumnya. Pasalnya, razia beberapa minggu lalu, timnya mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Saat merazia beberapa hotel kelas melati, diakui Sopian, timnya berhasil menjaring 122 orang, dan setelah dilakukan tes urine, terdapat tiga orang yang positif narkoba. Sedangkan kali ini, dari beberapa tempat kost, pihaknya hanya mendapatkan dua orang diduga mengkonsumsi banjo (bahan jenis obat), dan dua orang yang diduga mengkonsumsi ganja.

“Kedua orang tersebut dilakukan tes urine saat razia berlangsung, keduanya diduga mengganti urinenya dengan air sabun. Makanya keduanya langsung digelandang ke Kantor BNN, setelah dilakukan tes urine ulang di kantor, keduanya positif narkoba jenis ganja. Untuk keperluan selanjutnya, kedua orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan,” tutur seorang perwira menengah ini. (Mg01)