Dermaga IV & V Pelabuhan Merak Dibuka Khusus untuk Sepeda Motor

998
 Untuk memaksimalkan pelayanan bagi para pemudik di Pelabuhan Merak, Dermaga IV dan V akan dibuka khusus untuk sepeda motor.

“Dengan melihat prediksi tahun lalu, nanti malam (Kamis 16/8/12) Dermaga IV dan V akan dibuka khusus untuk sepeda motor,” kata Mario S Utomo Humas PT. ASDP Indonesia Ferry. Namun menurutnya pihak ASDP juga tetap fleksibel melihat kondisi yang ada di lapangan.

Diperkirakan Kamis nanti yang merupakan H-3 jumlah pemudik menggunakan motor akan mulai meningkat drastis. Prediksi ini didasarkan data tahun 2011 yang menunjukkan, jumlah pemudik sepeda motor yang menyeberang di Merak mencapai puncaknya pada H-4 sebanyak 13.201 dan pada H-3 sebanyak 13.518. Jumlah tersebut merupakan 2,5 kali jumlah pada hari sebelumnya yaitu H-5 yang berjumlah 5.148 sepeda motor.

Demikian siaran pers Kapuspenkum Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan, Kamis (16/8/2012).

Pada angkutan lebaran 1433/2012 ini di lintasan penyeberangan Merak – Bakauheni dioperasikan 29 kapal penyeberangan. Meski jumlah kapal yang beroperasi sudah optimal, pemudik yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak diminta tetap bersabar untuk menunggu giliran. Waktu sandar dan bongkar muat di Pelabuhan Merak untuk kapal kecil (3000 GT) berkisar antara 45-50 menit.
Sedangkan waktu sandar untuk kapal besar (12.000 GT) sekitar 60 menit. Ini belum ditambah dengan waktu menunggu selama antri diluar pelabuhan, semakin panjang antrian, semakin lama mereka menunggu giliran. Pada saat jam sibuk, rata-rata pemudik yang akan menyeberang di Pelabuhan Merak membutuhkan waktu 2-3 jam sampai tiba giliran mereka naik ke kapal.

“Semalam memang antrean kendaraan cukup panjang sekitar 3 km, hingga mencapai flyover. Namun segera terurai dan saat ini sudah tidak ada antrian lagi. Antrean hanya di depan loket saja,” jelasnya.

Pagi hingga siang hari ini, antrean panjang kendaraan memang tidak terlihat. Dalam keadaan seperti ini, tidak perlu waktu lama untuk antri di loket dan naik kapal. “Paling 15 menit sudah bisa naik ke kapal,” kata Mario.

Sementara itu di Dermaga Nusantara Pura Tanjung Priok, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Leon Muhammad melepas KRI Banda Aceh yang mengangkut 1.738 orang pemudik dan 938 unit kendaraan. Penyelenggaran Mudik Gratis tahap pertama dengan menggunakan KRI Banda Aceh ini diprakarsai oleh Kemenhub dan TNI AL. Pada kesempatan yang sama, Wamenhub juga melepas pemudik yang menggunakan 110 unit bus dengan jumlah penumpang sebanyak 6.000 orang tujuan Solo, Purwokerto, Pacitan, Semarang, Pekalongan, Surabaya, Malang, Sumatera, Indramayu, Kuningan dan Yogyakarta. Mudik gratis yang menggunakan bus ini diprakarsai oleh PT Pelabuhan Indonesia II. Seluruh peserta mudik gratis ini tidak dipungut biaya sama sekali bahkan dijamin asuransinya oleh PT Jasa Rahardja serta diberikan pelayanan kesehatan juga oleh tim medis.

Tercatat pada masa Angkutan Lebaran tahun lalu, sepeda motor berjumlah 71% dari jumlah kendaraan yang yang terlibat kecelakaan dan diproyeksikan pada Lebaran tahun 2012 ini terdapat 4 juta pemudik yang menggunakan 2,5 juta unit sepeda motor.

“Jumlah pemudik dengan sepeda motor yang sangat besar ini menjadi perhatian kita bersama karena sepeda motor adalah moda transportasi yang paling rentan kecelakaan.” tambahnya. “Saya sungguh berharap dengan beralihnya sebagian pengguna sepeda motor ke angkutan umum bus dan kapal laut melalui program Mudik Gratis dengan Bus dan Angkutan Roda Dua melalui Kapal TNI KRI Banda Aceh ini, tingkat kecelakaan dapat ditekan,” ujar Bambang menambahkan.

Sementara itu menurut Leon Muhamad, mudik gratis bagi kendaraan roda dua dengan KRI Banda Aceh ini akan dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali pemberangkatan dengan rute Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta – Tanjung Emas Semarang, PP.

( nrl / rmd DTK/BBO) 

Comments are closed.