Demokrat Akan Menjadi Partai oposisi, SBY Persilahkan Kadernya Pindah Partai Lain

657

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mempersilakan para kader partainya untuk pindah ke partai lain. Hal ini mengingat performa Partai Demokrat semakin turun dan kemungkinan ada di luar pemerintahan lima tahun ke depan.

Hal ini disampaikan SBY dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat, Minggu (18/5/2014) di Hotel Sultan, Jakarta. “Bagi yang ingin cari peluang karier politik di partai lain, meskipun dengan sedih, saya persilakan,” ujarnya.

Namun, bagi kader yang masih ingin bersama Demokrat hingga lima tahun ke depan, SBY bertekad akan mengembalikan kejayaan partai pada 2019. “Jika tidak berada di pemerintahan lima tahun ke depan, Demokrat justru lebih bisa berbenah diri,” ujarnya.

Kesedihan SBY tampak saat ia menyampaikan kondisi Demokrat saat ini. Dalam sambutannya, SBY mengakui turunnya perolehan suara Demokrat pada Pemilu Legislatif 2014 akibat adanya sejumlah kasus korupsi yang menyeret kader-kader partai tersebut.

Selain itu, SBY menilai keterpurukan Demokrat karena gempuran pemberitaan media yang membangun persepsi bahwa Demokrat sebagai partai paling banyak korupsi. Tak hanya itu, belum adanya calon presiden yang unggul dari Partai Demokrat juga menjadi penyebab rendahnya pencapaian suara Demokrat.

“Elektabilitas capres Demokrat peserta konvensi masih rendah dibanding capres partai lain meskipun masing-masing memiliki potensi yang bagus,” katanya.

Hal itu mendorong SBY untuk membuka kemungkinan Demokrat untuk menjadi oposisi atau berada di luar pemerintahan lima tahun ke depan.