Demo Posco, Para Anggota Dewan Orasi Bergantian

866

Sejumlah anggota DPRD Kota Cilegon tampil sebagai orator ditengah aksi demo PT Posco (07/03), mereka berorasi secara bergantian, mulai dari Sihabbudin dari partai PKNU, lalu Bustomi dari Partai PBB dan terakhir Rahmat dari Partai berlambang Ka’bah. para anggota Dewan kota Cilegon itu tampil dari awal pertemuan yang tidak membuahkan kesepakatan dengan PT Posco.

Dalam orasinya, Sihabudin mengatakan, keberadaan PT Posco  dari awal mulai berdiri, masyarakat diminta dukungan dan doanya, namun dikemudian hari malah masyarakat yang dijadikan korban pencemaran. “Dari awal berdirinya PT Krakatau Posco, kami diminta dukungan dan doanya,kita terima dan kita bantu, tapi hari ini kami berdiri disini sebagai korban dari keserakahan bapak-bapak semua yang ada di gedung sana . Kami ini tuan rumah disini, kami lahir dan dibesarkan disini, kakek dan buyut kami dikubur di sini, kenapa kalian berbuat seenaknya mencemari lingkungan kami. Ingat, Negara kita Negara hukum, aksi kami tidak berhenti disini saja, kami akan tuntut perusahaan secara pidana dan kami juga akan tuntut ke kementrian Lingkungan Hidup Dan Kementrian BUMN agar perusahaan ini di tindak tegas” kata Sihab dengan lantang seraya di amini oleh ribuan massa.

Sementara Bustomi menyuarakan kegundahan dan kekesalannya yang mendalam terhadap perusahaan yang telah mencemari wilayahnya, “Bapak-bapak, Ibu-ibu, jika tuntutan kita tidak dipenuhi Perusahaan, jangan pernah menyerah, ALLAH SWT beserta kita,dan kita berdiri dibawah terik matahari begini demi sebuah perjuangan dan harga diri kita yang akan kita perjuangkan sampai titik darah penghabisan, dan ingat tidak ada kemungkaran yang abadi dan tidak ada kebatilan yang hakiki, kita disini memperjuangkan aspirasi kita yang murni sebagai masyarakat yang tanah air nya di kotori oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan untuk itu kita akan terus menerus memperjuangkan bumi dan tanah air kita dari antek-antek kapitalis yang tidak memiliki hati nurani” ujar Bustomi yang disambut gemuruh semangat oleh para demonstran. (Zaki/BBO)