BIN Bersama PW Ansor Banten Sepakati Empat Point Penting Perangi Radikalisme & Intoleransi

421

IMG-20220316-WA0344

KOTA SERANG | Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Provinsi Banten Brigjen Pol Hilman Memyambangi Markas Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Banten Pada Rabu (16/03/2022)

Hal itu dilakukan dalam rangka menjalin Silaturahmi serta Konsolidasi Kebangsaan tentang hal strategis yang bersifat kerja nyata untuk masyarakat.

Brigjen Pol Hilman beserta rombongan diterima langsung oleh Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Banten Ahmad Nuri beserta pengurus dan anggota Serta PC Ansor Se-provinsi Banten Di Sekretariat PW Ansor, Dalung Cipocok Jaya Kota Serang.

Ahmad Nuri Menyebut bahwa di Provinsi Banten ini masih ada Potensi Terkait dengan radikalisme dan terorisme, Maka Ansor harus menjadi Komunitas yang memberikan pemahaman moderat di tengah Masyarakat.

“Bukan hanya menolak, Tapi kita juga harus bisa memberikan pencerahan terhadap umat agar proses pemahaman tentang radikal itu tergerus oleh Dakwah islam Rohmatan Lil alamin yang kita sampaikan, Serta mengajak toleransi serta moderasi beragama. Tegasnya

Ada empat poin yang menjadi pembahasan penting bersama Kabinda Banten untuk melawan Intoleransi Dan Pemahaman Radikalisme.

Pertama, Ansor sebagai Entitas bangsa, Bagian dari Organisasi Kepemudaan yang konsen menangkal radikalisme dan meneguhkan komitmen kebangsaan.

Kedua, kita juga akan mengadakan apel kebangsaan bersama seluruh organisasi kepemudaan yang punya komitmen tinggi meneguhkan bahwa di banten ini NKRI harga mati.

Ketiga, Terkait Vaksinasi Yang Akan digerakan oleh Ansor Bersama BIN Di Seluruh Kecamatan Se-banten. Banser akan menjadi katalis untuk vaksinasi, Terutama untuk Warga Banser Ansor yang belum vaksin 1, 2 dan 3.

Keempat Bagaimana Ansor Banten Bisa terus bersinergi dengan seluruh stake holder yang ada. Salah satunya dengan TNI-POLRI Dengan Tujuan Menjaga NKRI dari ideologi yang Sesat Dan mengganggu Keutuhan NKRI.

“Banser harus tampil menjadi bagian garda terdepan untuk menangkal gerakan gerakan radikalisme dan intoleran itu. Pungkasnya (AA)