Atribut kampanye Dibiayai APBD, KPU Dituntut Adil

783

atribut-kampanye

Rabu, 29 April 2015

Bidikbanten.com, Cilegon- Pembiayaan atribut bahan dan alat peraga kampanye yang bakal didanai oleh APBD yang telah menjadi perintah KPU pada pelaksanaan pilkada serentak, akan dipatuhi sejumlah bakal calon walikota Cilegon yang akan maju pada pilkada Kota Cilegon. Namun, tidak sedikit  sejumlah bakal calon walikota menilai, pembiayaan kampanye oleh APBD bakal berpotensi menguntungkan incumbent dalam melakukan sosialisasi pencalonannya kepada masyarakat bakal calon walikota lain pun menuntut agar KPU Kota Cilegon, adil dalam pelaksanaannya.

Sejumlah bakal calon walikota Cilegon yang akan turut maju pada pilkada serentak desember 2015 mendatang, mengaku siap mengikuti aturan pelaksanaan pilkada yang telah ditetapkan komisi pemilihan umum ditingkat pusat.

Tidak terkecuali adanya instruksi pembiayaan pembuatan atribut, bahan dan alat peraga kampanye yang akan difasilitasi KPU kota setempat dengan menggunakan dana APBD Kota Cilegon.

Meski demikian, sejumlah bakal calon walikota berpendapat, pembiayaan alat peraga kampanye oleh pemerintah dinilai tidak tepat. Bahkan cenderung akan menguntungkan incumbent, karena alat peraga sosialisasi calon dibatasi, sementara incumbent bisa menumpang pada kegiatan atau media sosialisasi yang dibiayai APBD.

Ali Mujahidin salah satu bakal calon walikota yang mengaku akan taat tersebut menilai, pengalokasian anggaran akan lebih tepat digunakan pada pos yang lebih penting untuk pembangunan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat kota.

Sementara berbeda halnya dengan calon lainnya. Helldy Agustian berharap, meski nantinya pembuatan atribut kampanye dibatasi karena dibiayai APBD, pihaknya berharap KPU dapat bersikap adil terhadap pengalokasian pembuatan atribut terhadap masing-masing calon.

Pembiayaan pembuatan atribut kampanye para calon tersebut, tertuang pada draft peraturan KPU yang akan segera disosialisasikan yang akan dilaksanakan untuk melakukan penghematan anggaran serta menekan persaingan modal kampanye antar pasangan calon.

Reportase: A. Fernando