Apar Tak Berfungsi, Damkar Kota Cilegon Akan Berikan Pembinaan

1042
Petugas Kepolisian Resort Cilegon Saat Meninjau Lokasi Kebakaran DI Rumah Sakit Krakatau Medika Kota Cilegon. (Foto, Ist)
Petugas Kepolisian Resort Cilegon Saat Meninjau Lokasi Kebakaran DI Rumah Sakit Krakatau Medika Kota Cilegon. (Foto, Ist)

CILEGON, (BidikBanten) – Insiden kebakaran yang terjadi di salah satu ruangan di Rumah Sakit Krakatau Medika, pada Sabtu kemarin, menjadi perhatian khusus dari Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cilegon. Berdasarkan informasi, meluasnya insiden tersebut, disebabkan kurang berfungsinya alat pemadam kebakaran (apar) di lokasi kejadian.

Kepala Seksi Pencegahan pada Kantor Damkar Kota Cilegon, Pedrosio Apinto mengatakan, pada saat terjadi kebakaran, pihak rumah sakit secara otomatis memadamkan aliran listrik, karena kejadian kebakaran, disebabkan oleh arus pendek listrik. Saat seluruh instalasi listrik dipadamkan, hydran yang ada dilokasi perlu instalasi lain atau tambahan, untuk memompa air dari hydran tersebut.

“Di RSKM itu ada kekurangan, yaitu tidak ada mesin generator atau genset tambahan untuk memompa air dari hydran, itu yang akan kita peringatkan. Karena saat kejadian, listrik pasti dimatikan secara total, sementara untuk memompa air dari hydran tidak ada tenaga listrik, selain menyediakan genset tambahan,” kata Pedro saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (05/12/2016).

Lanjut Pedro, pihaknya akan memberikan pembinaan akan pentingnya apar disetiap instansi dan perusahaan, terlebih di rumah sakit. Karena banyak warga di lokasi tersebut, yang informasinya panik, karena api pada saat kebakaran, sangat cepat menjalar, tanpa ada alat pemadam yang berfungsi dengan baik.

“Pasti akan kita berikan pembinaan, apabila pembinaan itu masih diabaikan, kita berikan surat teguran, kalau sampai teguran itu masih tidak dilaksanakan, kami pasti pasang plang, bahwa perusahaan atau lembaga tersebut, tidak memenuhi standar antisipasi kebakaran, sudah pasti malu, kalau RSKM kita pasangin plang,” ujarnya

Sementara itu, Kardi salah seorang perwakilan RSKM, belum mendapat memberikan penjelasan, dengan alasan ada bagian khusus yang menangani. “Oh itu (informasi kerugian, red) ada bagiannya khusus, nanti akan saya tanyakan terlebih dahulu kang,” singkatnya. (Mg01)