Anak Usaha Krakatau Steel Genjot Percepatan Transformasi Eco Industrial Park

40

637b41ae60464

Anak usaha PT Krakatau Steel, PT Krakatau Sarana Properti (KSP), mempercepat transformasi Eco Industrial Park (EIP), sebagai upaya peningkatan kinerja lingkungan, ekonomi dan sosial melalui kolaborasi mengelola isu lingkungan serta sumber daya alam.

Bersama dengan Kementerian Perindustrian, KSP berkunjung ke Korea Selatan untuk membahas lebih dalam lagi terkait rencana konsep transformasi Korean EIP model untuk pengembangan kawasan industri di Kota Cilegon yang berdampak hijau dan ramah lingkungan tersebut.

Dilansir kompas.com, Manager Industrial Estate & Housing KSP Agung Laksono Nugroho mengatakan, kegiatan Capacity Building Program of EIP di Ulsan, Korea Selatan merupakan lanjutan dari kegiatan di bulan Juni lalu, di mana Ecosian yang merupakan perusahaan konsultan Eco Industry Korea Selatan dan juga Ulsan College sebagai partner penelitian, datang meninjau ke kawasan industri Krakatau dan tertarik untuk mewujudkan konsep Eco Industry di kawasan industri Krakatau Cilegon.

“Selain berdiskusi dengan para petinggi terkait, kami juga berkunjung ke beberapa instansi dan perusahaan industri di Kota Ulsan, salah satunya ke Korea Energy Agency yang terlibat dalam program-program penelitian pemerintah Korea dengan kisah sukses mereka dan mereka sangat antusias sekaligus ingin membantu terlaksananya program ini di Indonesia, salah satunya di kawasan industri yang dikelola oleh KSP,” kata Agung dalam siaran pers Senin, (21/11/2022).

Agung menambahkan, kegiatan capacity building yang diprakarsai oleh Ecosian Co.,Ltd ini dalam rangka pengenalan Eco Industry yang nantinya akan dikembangkan di seluruh kawasan industri di Indonesia. Berkaca dari kesuksesan di Korea Selatan, Agung pun optimis manfaat Eco Industri ini akan berguna untuk kemajuan produktivitas kawasan industri itu sendiri.

“Kami saling bertukar pikiran ide dan gagasan agar implementasi yang akan segera diwujudkan tentunya tepat sasaran dan sangat berguna serta yang terpenting konsep ini tentunya memberikan benefit yang cukup tinggi untuk masing-masing perusahaan,” kata dia.

Agung berharap, konsep ini dapat diterapkan di kawasan industri Cilegon maupun kawasan industri lainnya di Indonesia. Untuk selanjutnya KSP bersama Kementerian Perindustrian akan menyusun langkah-langkah mempercepatnya konsep eco industrial park ini teralisasi di kawasan industri Cilegon, “ sambungnya.

Jonni Afrizon, Plt Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian mengatakan, hal ini merupakan hal positif untuk kemajuan kawasan industri di Indonesia. Implementasi Korean EIP model kepada kawasan industri KSP yang terpilih sebagai pilot project pertama di kawasan industri Indonesia.

Transformasi kawasan industri di Indonesia menjadi kawasan industri berwasasan lingkungan, penting untuk sebagai usaha pemerintah memenuhi komitmen internasional terkait perubahan iklim. Program dari pemerintah Korea ini juga melengkapi program serupa dari UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) dan SECO ( Swiss State Secretariat for Economic Affairs) yang terlebih dahulu sudah berjalan.

“Kami berharap kawasan industri KSP dan para tenant didalamnya dapat memanfaatkan program tersebut dengan baik, agar dapat menjadi percontohan bagi kawasan industri lainnya di Tanah Air,” ucap Jonni.

Baca juga: Pasca-gempa M 5,6 Cianjur, KAI Jakarta Pastikan Perjalanan Kereta Api Tak Tergganggu

La Ode Ikar Hastomi, Koordinator Pembangunan Kawasan Industri Tertentu, Direktorat Perwilayahan Industri, Kementerian Perindustrian mengungkapkan, tahapan tindak lanjut kunjungan kemarin, akan dikordinasikan dengan PT KSP untuk menjalankan program eco industrial park tersebut dan Ecosian akan membuat draft MOU agar program ini segera berjalan.

“Kami juga akan mengundang PT KSP beserta Krakatau Steel Group lainnya untuk merancang agar program ini segera terealisasi dan bulan Desember mendatang, pihak Ecosian akan berkunjung kembali ke Jakarta dan Cilegon untuk memastikan rencana program tersebut berjalan sesuai dengan yang direncanakan oleh semua pihak yang terkait,” kata La Ode Ikar Hastomi. **