Ada Kabar Buruk! Kemenkes Sebut Gelombang 3 Covid-19 Pasti Terjadi di Indonesia

214

Relawan melakukan sosialisasi protokol kesehatan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merasa yakin jika gelombang 3 Covid-19 akan benar terjadi di Indonesia.

Namun Kemenkes tidak bisa memastikan kapan gelombang 3 Covid-19 tersebut akan terjadi di Tanah Air.

Terkait hal itu, Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut jika tanda-tanda adanya gelombang 3 sudah terlihat jelas.

“Kita melihat, gelombang tiga itu sesuatu yang niscaya pasti terjadi. Karena banyak negara yang sudah saat ini mengalami gelombang tiga padahal cakupan vaksinasi tinggi, tingkat protokol kesehatan (prokes) sudah baik,” kata Siti Nadia Tarmizi dikutip Jumat (22/10/2021).

Di sisi lain, Siti Nadia juga merasa khawatir akan ada mutasi virus SARS-CoV-2 yang lebih ganas hingga sebabkan kenaikan kasus covid-19 di Indonesia.

Kendati demikian, Nadia belum bisa memastikan seberapa tinggi lonjakan kasus Covid-19 pada gelombang tiga. Dia hanya menyatakan bahwa pemerintah berupaya untuk mengantisipasi lonjakan.

“Jadi bisa sama, bisa sedikit meningkat atau bahkan bisa lebih tinggi dari Juli. Nah ini tentunya tidak kita inginkan kalau lebih tinggi dari Juli, itu kita sudah merasakan seperti apa kondisi kita, sangat mencekam di bulan Juli,” katanya.

Diketahui, sejumlah negara mengalami lonjakan kasus virus corona. Di antaranya Rusia, Inggris, Jerman, China, Singapura, Belgia, Slovenia, Polandia, hingga Republik Ceko.

Di sisi lain, Ganip Warsito selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar masyarakat tidak serta merta bersantai-santai dengan keadaan yang sudah membaik saat ini.

Justru pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 itu mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai adanya ancaman gelombang ketiga Covid-19.

Bahkan disebutkan juga oleh Ganip bahwa ada para ahli yang memprediksi gelombang atau lonjakan baru dari kasus Covid-19 bisa terjadi akhir tahun di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ganip pada saat melakukan peninjauan di Posko Relawan Sulut Hebat Kompak Lawan Covid-19 di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Minggu (10/10/2021).

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi di bulan Desember,” ujar Ganip.

Ganip meyakini kalau prediksi itu bisa saja terjadi karena akhir tahun atau bulan Desember bertepatan dengan dua momentum besar yakni Hari Raya Natal dan pergantian tahun.

Pada periode tersebut berpotensi memicu keinginan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan.

Di samping itu, akhir tahun juga masih masuk dalam periode pergantian cuaca, yang mana hal itu juga mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

“Karena di situlah saat Nataru, di situlah adanya pergantian cuaca. Ini yang menjadi suatu ancaman peningkatan Covid-19,” ujar Ganip.

Menyongsong akhir tahun yang juga diprediksi akan membawa ancaman gelombang ketiga menurut para ahli, namun Ganip optimis bahwa hal itu dapat dicegah dan dikendalikan sehingga tidak terjadi.

Ganip menjelaskan bahwa kunci pencegahan dan mitigasi penularan Covid-19 sudah diketahui, yakni dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan vaksinasi. Di sisi lain, pola penanganannya juga sudah ditemukan.

Dua dasar tersebut bagi Ganip merupakan hal yang harus senantiasa dilaksanakan demi mencegah terjadinya ledakan kasus di akhir tahun, sebagaimana menurut prediksi para ahli.

Tapi saya yakin dengan kekuatan dan pola penanganan yang sudah ditemukan, maka kita boleh yakin Desember tidak akan terjadi gelombang ketiga,” kata Ganip.