Sosialisasi Amdal, Warga Merak Dan LSM Desak PT.Pertamina Bersama UI Selesaikan Dampak Lingkungan Perluasan LPG

1214

 

IMG_20131210_112014

Merak-Cilegon ,- Sejumlah warga Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon dan Sejumlah LSM, desak PT.Pertamina Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tanjung Sekong, selesaikan masalah dampak lingkungan terkait rencana pengembangan dan perluasan fasilitas LPG.(10/12/13). Hal ini disampaikan pada Sosialisasi Amdal di Hotel Pesona Enasa Merak, Jl gerem raya no 78 samping pintu tol Merak. Yang pertemuan tersebut dihadiri oleh PT.Pertamina, Danramil Pulo Merak Kapten Sumarna, Polsek Pulo merak Aiptu Nursa, Amsar,Veni,Frida dari Universitas Indonesia, Sejumlah LSM Pemerhati Lingkungan dan Warga Kelurahan Lebak Gede

 

Terkait perluasan dan pengembangan fasilitas LPG tersebut warga berharap agar pihak PT.Pertamina untuk menyelesaikan masalah dampak lingkungan terlebih dahulu sebelum memulai perluasan dan pengembangan failitas LPG tersebut,” kami berharap pertamina, menyelesaikan dulu dampak-dampak lingkungan dan kemasyarakat terlebih dahulu, seperti tanah yang tercemar, membuat sumur warga menjadi bau, terus laut yang tercemar menyebabkan nelayan kesulitan mencari ikan, dan yang paling menggangu kenyamanan warga adalah udara, itu bau nya sangat menyengat, kami tidak tahan, sehingga kami harap selesaikan dulu masalah dampak lingkungan hidup,”kata warga dalam kesimpulan statmen Sosialisasi Amdal.

 

IMG_1465
LSM KOPPLING

Perwakilan PT.Pertamina pusat, Harahap mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki solusi untuk menyelesaikan permasalahan dampak lingkungan,”mengenai hal dampak lingkungan, kami telah memiliki solusi untuk itu, tinggal kontrolnya saja yang harus lebih diperkuat, oleh sebab itu dangan adanya sosialisasi amdal ini, pihak kami dapat menerima masukan-masukan dari warga, dan kedepanya apakah pengembangan akan dilanjutkan atau tidak akan dikaji kembali oleh Universitas Indonesia melihat dari faktor lingkungan tersebut, jika dapat dilanjutkan atau tidak itu akan di analisis kembali dari masukan warga, dan UI,”kata Harahap.

 

Perwakilan dari Universitas Indonesia akan mengkaji kembali dan menganalisa dampak lingkungan di sekitar LPG tersebut,”pihak UI menerima masukan-masukan dari warga lebak gede, dan sejumlah LSM, nanti kami akan menganalisis dampak lingkungan terkait perluasan fasilitas LPG ini,”kata Amsar dalam statmentnya.

 

Balukia selaku Camat Kecamatan Pulomerak, mengatakan bahwa sosialisasi amdal ini berguna untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait pengembangan LPG,” sosialisasi amdal ini ditujukan untuk menyerap aspirasi masyarakat, apa saja keluhan masyarakat akan dicari solusinya seperti apa, dan pihak PT.Pertamina dibantu oleh Universitas Indonesia untuk menganalisis dampak lingkungan dan bagaimana menyelesaikan dampak lingkungan tersebut, sehingga nantinya analisis tersebut menjadi acuan dasar bagi pihak pertamina, apakah akan melanjutkan pengembangan atau tidak, itu nanti terserah hasil analisis dampak lingkungannya,”kata Balukia.

IMG_1464
Perwakilan PT.Pertamina Pusat

 

Ketua LSM Koppling, Dedi Kusnaedi, mengatakan bahwa pengembangan dan perluasan fasilitas LPG tersebut harus melihat pada dampak di lingkungan sekitar, sebelum mulai melanjutkan,” harus dilihat dulu dampak di laut, udara, dan darat, apakah ada permasalahan lingkungan atau tidak, jika ada maka selesaikan dulu, dan pihak lsm berharap UI membantu menyelesaikan dampak lingkungan, sehingga masyarakat aman dan nyamana, itu aja,”kata Dedi.

 

Sehu selaku penasehat Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup Nusantara Lestari Badar Jalali (LPLH NLBJ), mengatakan bahwa dampak lingkungan harus diperhatikan dari semua sektor,” semua harus diperhatikan bukan hanya perusahan ini saja, tetapi dalam konteks ini adalah pengembangan dan perluasan fasilitas LPG, yang harus diselesaikan adalah dampak lingkungan kepada makhluk hidup terutama manusia, karena jika diperhatikan diwilayah tersebut bau dan aroma gas memang sangat terasa, dan dalam pembangunan tersebut nantinya akan menggeruk tanah, dan itu juga harus diperhatikan jangan sampai sumur warga tercemar dan terminum fatal akbatnya, dan di laut dampaknya adalah pada usaha nelayan dan ekosistem yang rusak, itu semua harus diperhatikan, dan harus diselesaikan, dan saya harap Universitas Indonesia memberikan analisi dampak lingkungan yang sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga dapat menjadi acuan dan dasar bagi PT.Pertamina, untuk melanjutkan pengembanganya atau tidak,” Kata Sehu.

 

(Ervan Yuhenda/BBO)