10 Nasihat Miliarder Dunia untuk Sarjana Baru Lulus

708

Lulus kuliah dan diwisuda tentu menjadi momen yang istimewa dan menggembirakan bagi siapa saja. Tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga orangtua dan keluarga.

Apalagi, jika mahasiswa itu menjadi salah satu lulusan terbaik di perguruan tingginya. Orangtua tentu sangat bangga dan bahagia. Tetapi, apakah dengan begitu seseorang bisa sukses? Apakah menjadi salah satu mahasiswa terbaik dengan nilai yang memuaskan akan menjamin kehidupan suksesnya di masa depan?

Dikutip dari laman Forbes, Rabu 18 Juni 2014, berikut adalah beberapa nasihat dari para miliarder dunia untuk mahasiswa yang baru saja merasakan kelulusan dan diwisuda.
1. Michael Bloomberg

“Berdirilah untuk hak-hak orang lain, itu lebih penting dibanding memperjuangkan hak-hak kita sendiri. Ketika ada seseorang yang menekan kebebasan dan Anda hanya diam, bisa dikatakan Anda ikut terlibat dalam hal itu dan mungkin akan menjadi korbannya. Jangan terlibat, jangan mengikuti banyak orang, bicara dan lawan!”

“Busur sejarah ada di pundak Anda, dan bangsa kita membutuhkan kita untuk lebih kuat,” ujarnya di Harvard University, 2014.

2. Tory Burch

“Salah satu nasihat terbaik yang pernah saya terima dari orangtua saya adalah jangan pernah berpikir negatif. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan pada apapun yang akan dilakukan. Ingat: Jika ide yang paling unik menjadi jelas bagi semua orang, maka tidak akan lahir pengusaha.” Dia mengatakan nasihat itu di Babson College, 2014.

3. Sheryl Sandburg

“Saya melihat begitu banyak orang menahan diri untuk maju. Mereka lebih memilih duduk di sisi ruangan daripada di meja. Lebih memilih duduk di belakang dibanding di depan. Mereka lebih memilih untuk menurunkan tangan dibanding berjuang. Kepercayaan diri mereka terlihat menurun.”

“Untuk itulah saya lebih memilih untuk berada di depan meja, dan memaksakan diri untuk berpendapat, meski tidak yakin. Terus berjuang dan memupuk kepercayaan diri.” Sandburg mengatakan hal itu di City Colleges of Chicago, 2014.

4. Steve Jobs

Dia mengatakan, “Saat saya berusia 17 tahun, saya menerima nasihat ‘Jika Anda hidup setiap hari seolah-olah itu adalah hari itu adalah hari terakhirmu, maka Anda pasti akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.”

“Nasihat itu sangat berkesan pada saya, sejak saat itu, setiap pagi saya berdiri di depan cermin dan mengatakan jika ini adalah hari terakhirmu di dunia, apa yang akan kamu lakukan? dan setiap pagi saya mendapatkan semangat baru untuk mengubah sesuatu.” Steve Jobs mengatakan di Stanford University, 2005.

5. Bill Gates

“Saya sangat bangga dan sayang dengan Ibu. Dialah wanita yang selalu mengingatkan saya untuk selalu berbuat lebih banyak untuk orang lain.”

“Beberapa hari sebelum pernikahan saya, Ibu menulis surat untuk Melinda. Padahal, saat itu Ibu sedang merasakan sakit yang teramat sangat akibat kanker yang dideritanya. Dia berpesan kepada Melinda dalam suratnya tentang banyak hal. Surat itu ditutup dengan kalimat, ‘Dari mereka yang lebih banyak memberi, lebih banyak yang bisa diharapkan’.”

Bill Gates mengatakan nasihat itu di Harvard University, 2007.

6. Oprah Winfrey

“Lihatlah penampilan mereka yang berhasil makeover tubuh fisiknya, mereka akan terlihat menakjubkan. Dia akan terlihat berbeda.”

“Dari situ saya mengambil kesimpulan, Anda juga bisa mengubah cara berpikir orang lain tentang dirinya.”

“Misalnya, seorang pria yang berjalan menyusuri pantai dengan jenggot yang hampir menyentuh tanah, tampaknya pria itu bersembunyi di balik jenggotnya yang panjang itu. Saat kita berhasil menyingkirkan semua rambut jenggot itu, mungkin sang pria akan berkata ‘Saya merasa hidup kembali’.”

Makeover memungkinkan dia untuk melihat dirinya sendiri dengan cara yang ia lupa pernah ada di sana. Kau tahu, kita semua membutuhkan makeover dari waktu ke waktu dalam kehidupan kita. Dan para lulusan sarjana, saya tahu, jika Anda dapat melihat lebih jeli kemungkinan apa yang bisa mengubah hidup Anda, dan Anda yakin bisa mencapai hal itu, Anda pasti akan sukses besar.”

Winfrey mengatakan nasihat itu di Duke University, 2009.

7. Michael Dell

“Cobalah untuk tidak pernah menjadi orang yang terpandai di dalam ruangan. Dan saya sarankan Anda mengundang orang pintar … atau menemukan sebuah ruangan yang berbeda. Di kalangan profesional disebut jaringan. Dalam organisasi itu disebut team building. Dan dalam hidup itu disebut keluarga, teman, dan masyarakat.”

“Kita semua hadiah satu sama lain, dan pertumbuhan saya sendiri hingga menjadi seorang pemimpin telah menunjukkan lagi dan lagi bahwa pengalaman yang paling berharga berasal dari hubungan saya dengan orang-orang itu.” Dia mengatakannya di University of Texas, 2003.

8. JK Rowling

“Saya akan berbicara soal manfaat dari kegagalan. Kegagalan berarti melucuti hal-hal yang tidak penting. Saya berhenti berpura-pura terhadap diri sendiri dan mulai mengarahkan semua energi untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan yang berarti bagi hidup.”

“Saya pernah gagal dan berada dalam kondisi terpuruk. Tetapi, dari situ saya menyadari dan terbebas dari semua ketakutan. Saya sadar bahwa saya masih hidup, memiliki seorang putri yang mengagumkan, masih punya mesin tik, dan gagasan besar di dalam kepala. Semua itu menjadi landasan kuat bagi saya untuk membangun hidup saya kembali.” Dia mengatakan itu di Harvard University, 2008.

9. Jeff Bezos

“Ketika Anda berusia 80 tahun, pada masa tenang itu Anda bisa menceritakan kisah hidup Anda. Pada akhirnya, setiap orang akan merasa bangga dengan pilihan dan usaha kerasnya. Apapun itu, jika diperoleh dengan usaha dan pilihan sendiri, meskipun akan menghadapi kesulitan dalam memcapainya, pasti akan lebih menyenangkan.”

10. Mark Zuckerberg

“Orang yang tidak suka makan sayur, pasti selalu berpikiran negatif jika harus menghabiskan sepiring penuh sayuran. Tetapi, jika Anda menyukai permainan games, bahkan jika itu benar-benar sulit, Anda tetap akan memecahkan games itu dengan sabar dan suka.”

“Itulah sifat dasar manusia, jika seseorang benar-benar melakukan sesuatu yang dia cintai, pasti pekerjaan itu akan lebih mudah dan lebih banyak tujuan yang akan dicapai.” Dia mengatakannya di Belle Haven Community School di Menlo Park, California, 2011. (ita)