Warga Banten Inginkan Pilkada Diikuti Hanya 2 Pasang Calon Saja

11860

paslon Rano~WH
Memanasnya suhu politik jelang pelaksaan Pilkada Banten yang bakal dihelat pada 2017 mendatang, tak ayal memunculkan gagasan dan usulan yang bergulir  dikalangan masyarakat yang menghendaki calon Gubernur yang berlaga dalam ajang Pilgub ini hanya 2 pasang calon saja.

Hal itu dimaksudkan, agar tidak menimbulkan kebingungan dan lebih memudahkan masyarakat dalam menentukan pilihannya.

Seperti yang dikatakan oleh Asep Syaefulloh, warga Perumahan Pegadingan Permai Serang ini yang menghendaki agar bakal calon Gubernur yang berlaga dipentas Pilkada hanya 2 calon agar memudahkan pilihan masyarakat.

“Kalau saya inginnya calon Gubernur yang bertarung dalam Pilkada nanti cukup dua pasang saja agar lebih mudah memilihnya”ujarnya.

Senada dikatakan Tedi, warga Lingkungan Kelapa Dua Serang yang mengharapkan calon Gubernur banten dalam Pilkada  nanti yang bertarung cukup 2 pasang calon saja, “Supaya masyarakat gak bingung dan lebih efektif baik secara pilihan maupun situasi dan kondisi di masyarakat dapat terjaga agar tidak terpecah-pecah di masyarakatnya”ungkapnya.

Sementara itu, dari berbagai sumber diketahui hanya dua kandidat yang menguat sebagai bakal calon gubernur Banten dari partai politik hanya tersisa Rano Karno dan Wahidin Halim (WH).

Kedua kandidat ini, sangat intens membangun komunikasi politik dengan berbagai partai untuk mendapatkan tiket dukungan Parpol.

Menurut Dosen Pascasarjana Untirta, Suwaib Amirudin, melihat realitas yang mengedepankan popularitas dan material politik akan mengkerucutkan head to head di Pilgub Banten. “Bisa terjadi satu lawan satu. Karena memang kepercayaan diri seorang calon dilihat tiga hal yakni pengalaman, kedekatan terhadap tokoh, dan kemampuan manajerial kepemimpinan. Pak WH dan Pak Rano, sama-sama memiliki itu,” ujarnya.

“Melihat tradisi politik, termasuk Partai Golkar di Banten, kader partai politik akan disandingkan dengan orang yang dekat dengan masyarakat. Tentunya Pak WH termasuk sangat dekat dengan masyarakat Banten secara kultural, Pak Rano juga gubernur saat ini dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

Namun demikian, kata Suwaib, penentuan pasangan calon tidak dilihat dari sisi kultural masyarakat Banten. “Pilihan terhadap pasangan calon, kembali kepada pendekatan ke struktur politik, dalam hal ini parpol. Jadi kita tunggu saja keputusan partai politik di tingkat pusat,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, sejak awal DPP Partai Golkar memproyeksikan Andika sebagai bakal calon gubernur atau calon wakil gubernur. “Melalui rapat, DPP Partai Golkar telah memutuskan bahwa Andika diproyeksikan menjadi calon wakil gubernur. Keputusan ini sudah mempertimbangkan arah koalisi dan lain-lain,” kata Tatu kepada Radar Banten, Minggu (31/7).

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning mengatakan, terkait penentuan pasangan cagub/cawagub yang akan diusung PDIP tinggal menunggu kesepakatan koalisi dengan partai-partai yang paham dengan pemikiran PDIP. “Pak Sekjen DPP sudah bicara di media, pengumuman pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah nanti diumumkan bareng untuk enam provinsi, termasuk Banten dengan rekomendasi pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah masing-masing,” kata Ribka saat dikonfirmasi Radar Banten, kemarin.

Menurut Ribka, dari tujuh provinsi yang menggelar Pilgub 2017, PDIP menargetkan menang di enam provinsi, yaitu Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat. Sementara Pilgub Aceh, PDIP bersikap realistis. “Agar target menang di enam provinsi tercapai, PDIP harus menjalin koalisi dengan partai-partai yang satu visi dengan PDIP. Jadi akan dipasangkan kader terbaik PDIP dengan kader terbaik partai yang berkoalisi,” ungkapnya.

Khusus untuk Pilgub Banten, Ribka mengaku komunikasi dengan lintas partai sudah dilakukan di tingkat pusat, termasuk dengan DPP Golkar. “Golkar kan partai besar, jadi sudah paham dengan pemikiran PDIP. Kalau di Pilkada DKI, Golkar sudah menentukan sikap untuk mendukung Pak Ahok, kemungkinan besar tidak berkoalisi dengan PDIP. Kalau di Banten, kita tunggu saja. Saya tidak mau mendahului keputusan resmi partai,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten Media Warman menegaskan, Partai Demokrat sudah bulat mengusung Wahidin Halim menjadi bakal calon gubernur. Namun ia enggan mengungkapkan siapa bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi Wahidin. Termasuk kemungkinan bersanding dengan Andika. “Masih rahasia,” ujarnya.

Pihaknya memastikan, Wahidin sudah memiliki cukup kursi untuk melenggang dalam pencalonan Pilgub Banten. “Pada saatnya, kami akan umumkan secara resmi,” ucapnya.

(ZAki)