Peta Politik Pilkada Banten 2024, “King Maker Bebas”

354

20230306_052730

Jelang Pilkada Banten sejumlah nama-nama mulai bermunculan, peta prediksi antara wajah baru dan pemain lama menjadi pertaruhan masa depan  tanah jawara.

Posisi Gubernur Banten akan diperebutkan bersamaan dengan kepala daerah lain pada Pilkada serentak 2024. Sejumlah nama mulai muncul dan digadang-gadang akan maju dalam pesta demokrasi itu.

Pencalonan kandidat pada Pilkada 2024 memang menunggu hasil suara atau kursi DPRD yang diperoleh partai politik pada Pileg 2024. KPU menjadwalkan pileg dan pilpres berlangsung pada 14 Februari 2024. Sementara pilkada serentak diselenggarakan pada 27 November 2024.

Walau masih menunggu hasil Pemilu 2024, komposisi legislatif di Banten berdasarkan hasil Pemilu 2019 bisa menjadi gambaran kekuatan politik di daerah itu. Saat ini Partai Gerinda menguasai 16 kursi di DPRD Banten, PDIP 13, Golkar 11, PKS 11, Demokrat 9, PKB 7, PAN 6, PPP 5, NasDem 4, PSI 1, Hanura 1, dan Berkarya 1.

Jika mengacu pada komposisi itu, tidak satu partai pun yang mampu mencalonkan pasangan calon sendiri. Dibutuhkan minimal 17 kursi untuk mengusung pasangan calon.

Berharap Usung Kader

Dari partai-partai yang dominan di Banten memang sudah muncul nama sejumlah kader yang disebut-sebut bakal bertarung pada pemilihan gubernur. Dari PDI Perjuangan ada nama Rano Karno; Partai Golkar punya sosok Airin Rachmi Diany dan Andika Hazrumy; dari Partai Demokrat muncul sosok Ketua DPD Banten Iti Octavia Jayabaya; sedangkan dari Partai Gerindra mencuat sejumlah nama seperti Desmon Mahesa dan Ali Zamroni.

Sementara Partai NasDem kemungkinan mengusung Wahidin Halim. Gubernur Banten teranyar ini juga sempat menyatakan kepindahannya dari Partai Demokrat ke Partai NasDem demi mendapatkan kendaraan politik.

“Dapat tawaran di Partai NasDem, bagi saya ini peluang, ya saya ambil. Karena di Partai Demokrat juga saya tidak aktif dan di akhir jabatan saya (Gubernur Banten) tidak dapat dukungan untuk dua periode, saya kan harus ambil langkah strategi dari awal untuk dapat kendaraan politik,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Walau kader yang diperkirakan bakal bertarung pada Pilgub Banten sudah bermunculan, partai politik masih menunggu hasil Pemilu 2024. “Progres kita menunggu hasil Pemilu 2024 untuk Pilgub,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa I DPP Partai Golkar yang juga mantan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy.

Putra mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiah ini mengatakan, Partai Golkar terus mengikuti situasi politik yang terus dinamis. Targetnya kembali merebut posisi kepala daerah di Banten. “Saya siap ditempatkan di mana saja,” ujarnya.

Gerindra yang merupakan partai dengan koleksi kursi terbanyak di DPRD Banten pada Pemilu 2019 juga menyatakan masih menunggu. “Begini, pilkada itu kan nanti acuannya hasil Pileg 2024, konfigurasi perolehan kursi kan belum, orientasi hampir semua partai, termasuk Gerindra, hari ini bagaimana memenangkan pileg dan pemilu,” ujar Sekretaris DPD Gerindra Banten Andra Soni.

Namun Andra menegaskan Partai Gerindra sudah cukup matang untuk mengusung kader sendiri dalam pilkada serentak mendatang. “Di usia yang ke 15 tahun rasanya Gerindra sudah cukup matang dan mempunyai banyak kader yang ada di pusat maupun daerah. Namun itu akan dirumuskan setelah pemilu. Bang Desmon ada, Ali Zamroni ada. Bukan hanya Pilgub Banten, tapi semua pilkada (kader internal),” ujarnya.

Hal serupa diucapkan Ketua Bappilu DPD Demokrat Banten Azwar Anas. Dia menegaskan bahwa partainya akan mengusung kader inti yang juga menjabat ketua DPD Demokrat Banten, yakni Iti Ocktavia Jayabaya dalam perhelatan Pilkada Banten pada 2024.

“Ya kita Pilkada Banten tetap mengusung kader inti dan Ketua DPD Demokrat Banten Ibu Iti Ocktavia Jayabaya,” ujarnya.

Untuk koalisi, Anas mengatakan Ketua DPD Demokrat Banten menginginkan koalisi nasional hingga pilkada akan sama. Namun kondisi di lapangan kadang dapat saja berbeda.

“Kalo Bu Iti pernah berucap, kita menginginkan koalisi dari atas sampai bawah sama gitu loh, yah seyogianya yang diinginkan begitu, namun kondisi di lapangan kadang berbeda,” katanya.

Anas mengungkapkan elektabilitas yang dimiliki Iti cukup diperhitungkan dalam perhelatan Pilkada Banten 2024. “Cuma memang kan Demokrat hari ini mengusung kader inti, yang mana memang elektabilitas Ibu Iti cukup diperhitungkan. Demokrat 9 kursi, berarti kita nyari 11 lagi. Yang pasti kita Demokrat mendukung Bu Iti,” ujarnya.

Masih Tokoh Lama

Pengamat politik Banten, Harits Hijrah Wicaksana mengatakan, belum banyak perubahan terkait tokoh politik yang akan maju di Pilgub Banten.

“Kalau kita melihat tokoh- tokoh publik yang ada di Banten masih belum banyak perubahan yang memungkinkan untuk bisa berkontestasi atau maju ikut meramaikan bursa cagub dan cawagub di Banten untuk 2024 ke depan. Tokoh-tokoh seperti Pak Rano Karno kemudian, Pak Wahidin Halim, Bu Airin, kemudian mungkin dari Demokrat ada Bu Iti, dari Pandeglang ada Bu Irna, dari Tangerang ada Wali Kota Tangerang Pak Arif, satu lagi ada Pak Zaki dari kabupaten, yang kebetulan nama-nama tersebut memang sering muncul di bursa pencalonan cagub dan cawagub Banten ke depan,” ujar Harist.

Dari partai penguasa nasional saat ini, PDIP, mantan Gubernur Rano Karno dinilai memiliki elektoral yang menonjol. Harist melihat tingkat popularitas “Si Doel” masih sangat tinggi.

“Aspek-aspek lainnya misalkan Pak Rano Masih memliki elektoral yang masih menonjol dibandingkan lainnya, karena pertama tingkat popularitas Pak Rano Karno hari ini masih sangat tinggi, kemudian calon-calon lainnya masih tinggi juga. Kalau melihat elektoral tadi Pak Rano masih memungkinkan masih leading tergantung nanti calon cawagub untuk mendampingi Pak Rano,” ujarnya.

Namun, masyarakat belum dapat melihat secara utuh bakal calon kepala daerah di Banten, karena memang belum ada yang melakukan deklarasi. Belum ada pula sosok yang mendapatkan rekomendasi partai untuk mencalonkan diri menjadi calon gubernur maupun calon wakil Gubernur pada Pilkada Banten 2024.

“Kalau dilihat dari berbagai aspek hari ini, dari lihat hasil survei sementara memang nama-nama seperti Pak Rano Karno masih leading, ada muncul nama Pak WH (Wahidin Halim) karena beliau kemarin menjabat Gubernur, seperti Bu Iti dari Demokrat, kemudian Bu Irna kemudian Pak Arif dan Pak Zaki,” jelasnya.

Menurut Harist, ada kemungkinan semua bakal calon itu akan lebih dulu ikut pemilihan legislatif pada Pemilu 2024. Saat itulah semua bakal calon diuji.

“Kemungkinan para tokoh-tokoh ini akan diuji terlebih dahulu saat momentum pemilu. Mereka kemungkinan akan ikut dalam gelaran Pemilu 2024 menjadi caleg terlebih dahulu, itu yang memungkinkan,” katanya memprediksi.

Keluarga mantan Gubernur Ratu Atut Chosiyah juga diprediksi tetap dominan pada Pilgub Banten. Masih membawa bendera Partai Golkar, mereka diperkirakan akan mengusung Airin Rachmi Diany sebagai bakal calon Gubernur Banten. Mantan Wali Kota Tangerang Selatan ini juga dikabarkan sudah mendapat restu dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Harist menjelaskan, pihak keluarga ataupun Golkar menilai Airin sosok yang cocok dan tepat untuk maju di Pilgub Banten. Alasannya, Airin memiliki basis massa di Tangerang Raya, karena pernah memimpin Kota Tangerang Selatan dua periode.

“Memang kekuatan untuk Pilkada Gubernur Banten, berdasarkan DPT, itu memang harus menguasai Tangerang Raya, wilayah Tangerang, baik Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang maupun Kota Tangsel,” jelasnya.

Siapa pun yang menguasai Tangerang Raya diperkirakan bakal memenangkan Pilgub Banten, karena DPT Tangerang Raya jumlahnya sangat signifikan.

King Maker Bebas

Bukan hanya Pilgub Banten, Harist memperkirakan keluarga Ratu Atut Chosiyah enggan melepas dominasinya di Kabupaten Serang. Menyusul habisnya masa dua periode Ratu Tatu Chasanah di daerah itu, menurutnya, Andika Hazrumy akan digeser untuk maju sebagai bakal calon Bupati Serang.

Bebasnya Ratu Atut Chosyah dan Tubagus Chairi Wardana (TCW) alias Wawan dari penjara menambah kekuatan keluarganya untuk mendominasi Banten.

“Maka memang kalau kita melihat kekuatan politiknya secara parsial memang sudah bisa terlihat ada kekuatan tambahan terkait dengan bebasnya Ibu Atut dan TCW atau Pak Wawan,” ujarnya.

Harist mencontohkan, kekuatan yang akan didapat di antaranya meningkatnya konsolidasi dengan pihak-pihak yang ada di Banten jelang Pemilu 2024 dan Pilkada 2024.

Harist tidak bisa memungkiri sosok Wawan yang pernah dijuluki King Maker politik di Banten, menjadi kekuatan tersendiri bagi Golkar. “Kemudian Bu Atut merupakan kekuatan tersendiri bagi Golkar, bagi kekuatan keluarga Bhayangkara,” tegasnya.