Patrick Bryan Nugraha Cetak Prestasi di Ajang Dunia

503

Patrick Bryan Nugraha menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perak pada International Junior Science Olympiad (IJSO). Ajang bertaraf internasional itu berlangsung sejak 2 hingga 11 Desember 2014 di Mendoza Argentina.

Patrick adalah siswa SMP IPEKA International Christian School (IICS). Ia menjadi salah satu yang terbaik di antara 185 peserta dari 32 negara. Sebelum menjuarai IJSO, Patrick juga meraih medali emas untuk bidang fisika pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2014 di Padang pada Mei lalu. Atas prestasi tersebut, Patrick berhak mengikuti seleksi calon peserta mewakili Indonesia dan satu-satunya wakil dari DKI Jakarta di ajang IJSO 2014. Patrick mengaku sempat menghadapi kesulitan saat persiapan mengikuti ajang tersebut.

“Saya menghadapi berbagai kesulitan, karena saya tidak menguasai biologi dan kimia. Dengan pembinaan dan persiapan selama tiga bulan dari dosen-dosen yang berpengalaman, saya mendapatkan materi yang seharusnya diajarkan pada saat kuliah dan itu tentu tidak mudah. Namun, akhirnya saya dapat melewati kesulitan itu dengan bantuan para dosen,  teman-teman serta dukungan dan doa dari keluarga. Selama perlombaan sendiri tantangan terbesar adalah bagaimana kita bisa mengendalikan diri dengan tetap tenang dan tidak terintimindasi oleh lawan,” ujar Patrick yang beberapa kali juga memenangi Silver Medals di Kompetisi ICAS (International Competition and Assesment for Schools) Mathematics itu, Rabu (17/12/2014).

Patrick yang lahir di Jakarta, 10 Februari 2000 ini sejak dulu memang tertarik dengan kejadian di lingkungan yang hanya bisa dijelaskan lewat sains. Awalnya, ia hanya tertarik membaca artikel sains dan berbagai ilmuwan hebat di masa lalu yang penemuannya sangat berjasa hingga sekarang.

“Sejak itu saya terinspirasi untuk mempelajari sains dan semoga saya bisa seperti ilmuwan yang saya baca ceritanya selama ini. Harapan terdekat saya ingin dapat mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun nternasional agar dapat mengharumkan nama sekolah dan Indonesia,” tambah Patrick.

Kepala SMP IICS IPEKA, Joshie Katherine selalu melihat dan memantau setiap talenta yang dimilikinya siswanya. Ia pun  melihat Patrick memang memiliki minat besar terhadap fisika dan sains sejak duduk di kelas 7.

“kami telah mengikutsertakan Patrick dalam kompetisi matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. Hal ini untuk semakin mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki,” ujarnya.

IJSO sendiri merupakan olimpiade tahunan yang biasanya diadakan setiap tahun dengan melombakan bidang sains seperti fisika, kimia dan biologi untuk siswa-siswi berusia 16 tahun atau lebih muda. Penyelenggaraan ISJO 2014 merupakan yang kesebelas kalinya digelar. Tahun lalu, ajang ini digelar di Pune, India.

(Ken)