Kota Cilegon Jadi Yang Pertama Gelar KBM Tatap Muka di Banten

59

Kadindik cilegon

Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM tatap muka akan digelar di Kota Cilegon, Selasa, 4 Agustus 2020.

Kota yang dipimpin Edi Ariadi ini jadi wilayah pertama di Banten yang menggelar tatap muka sejak diberlakukan KBM secara daring menyusul pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Rencana akan digelarnya KBM tatap muka di Kota Cilegon disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatulloh, Senin, 3 Agustus 2020.

Menurut Ismatulloh, KBM tatap muka akan diberlakukan di seluruh tingkatan pendidikan yang jadi kewenangan Dindik Kota Cilegon, mulai Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Taman Kanak-kanak (TK) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Saat ini, Dindik Kota Cilegon tengah melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan menerjunkan Satgas untuk memantau kesiaapan sekolah dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Hari ini kita menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari pengawas dan penilik jumlahnya, pengawas 43 orang penilik 24 orang saya tugaskan untuk terjun ke lapangan memantau persiapan sekolah terkait fasilitas penerapan Covid-19,” ujar Ismat saat dikonfirmasi awak media.

Ismat membeberkan, jika ditemukan masih terdapat sekolah yang masih belum siap dengan diberlakukannya sistem tersebut pihaknya bakal memerintahkan kepada pihak sekolah untuk tetap memberlakukan sistem pembelajaran daring.

“Dari situ kita terima laporan yang tidak siap atau tidak disepakati atau orang tuanya berkeberatan, akan tetep polanya daring jadi pembelajaran di Kota Cilegon berjalan fleksibel saja,” bebernya.

Dalam pelaksanaan teknis pembelajaran tatap muka yang dilakukan sekolah, lanjut Ismatulloh, pihaknya bakal membatasi jam kegiatan belajar mengajar, selain itu siswa pun diharapkan tetap melakukan social distancing dan physical distancing.

“Pembelajaran 1 sampai 2 jam terlebih dahulu karena ini baru pertama diberlakukan, penerapan sampai akhir bulan ini  dan awal September akan kita evaluasi. Harapan saya tidak ada kasus atau penderita, jika ada masalah saat proses tatap muka dilaksanakan dindik akan segera menghentikan program ini,” jelasnya. (kin/red)