Akibat Gagal Sandar, Kapal Tabrak Dermaga 4 Pelabuhan Merak

252

IMG_20210202_131502

Kapal Motor Penumpang (KMP) Rishel menabrak fender dan dolphin Dermaga 4 Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Diduga gagal bersandar di dermaga akibat terseret kuatnya arus laut.

Akibat kejadian yang terjadi Kamis malam itu (28/1), kapal mengalami kerusakan. Badan kapal berlubang sepanjang satu meter dan lebar sekitar 50 cm.

“Dugaan itu terjadi karena arus kuat saat kejadian. Saat olah gerak, kapal terseret arus, kapal menubruk dolphin dan fender. Buritan kapal robek, seagle rantai pada fender nomor 3 putus sebanyak 3 buah,” kata Kepala Pos KSOP Merak, Suharso, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (29/1).

Meski sudah berusaha untuk bersandar, namun tetap tidak bisa. Akhirnya, kapal keluar Dermaga 4 dan masuk ke Dermaga 5. KMP Rishel baru bisa bersandar sekitar pukul 01.00 WIB Jumat dini hari.

Penumpang dan kendaraan kemudian turun di Dermaga 5. Saat kapal menabrak Dermaga 4 Pelabuhan Merak, tidak menyebabkan korban jiwa.

“Sandar di dermaga 5. Setelah dicek, tidak ada laporan kendaraan penumpang mengalami kerusakan maupun korban jiwa. Kapal itu saya perintahkan engker. Kita suruh perbaikan dahulu. Kalau sudah perbaikan, kami periksa, nanti kalau sudah laik, baru bisa jalan lagi,” terangnya.

Peristiwa nahas lainnya juga terjadi di Dermaga 2 Pelabuhan Merak. Di duga akibat truk over dimensi over load (ODOL), rampdoor atau pintu jembatan KMP Nusa Dharma patah. Akibatnya, kapal harus pindah ke Dermaga 5 dan melanjutkan menurunkan kendaraan beserta penumpang lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di hari yang sama, Kamis, 28 Januari 2021 sekitar pukul 22.10 wib.

“Kejadian kira-kira bersamaan dengan Rishel. Kapal disandarkan dari Dermaga 2 ke Dermaga 5 karena rampdoornya bermasalah,” kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Endi Suprasetio dikonfirmasi awak media, dilansir dari CNN, Jumat (29/1).

Menurut Endi, ada banyak penyebab patahnya rampdoor KMP Nusa Dharma, seperti perawatan hingga faktor cuaca yang mempengaruhi stabilitas kapal selama proses bongkar muat penumpang dan kendaraan.

Guna memastikan penyebabnya, penyelidikan akan dilakukan oleh pejabat pemeriksa keselamatan kapal atau marine inspector (MI) dari Ditjen Hubla Kemenhub.

“Nanti akan diperiksa dari MI. Bisa juga maintenance dari pihak kapalnya. Jadi tidak semata-mata karena truk ODOL. Bisa juga karena cuaca saat itu, kapal bergerak, beban kapal bertambah saat bongkar muatan,” terangnya. (Baron)