Mahasiswa Cilegon Kecam Kegiatan Politik Praktis di Gedung Pemerintahan

1350

IMG-20200805-WA0029

Cilegon sama seperti 37 kota di Indonesia yang akan menyelenggarakan pemilu serentak di 2020.

Melihat pergerakan politik yang semakin masif, mulai dari calon independen yang telah mengklaim bisa maju di pemilihan 9 Desember, gerakan yang melakukan politik identitas, dan petahana yang mulai mengencangkan gerakannya.

Pesta demokrasi sejatinya adalah tempat dimana masyakarat memilih pemimpinnya. Sehingga pemimpin yang di pilih kelak akan menjadikan Kota Cilegon menjadi kota yang maju.

Perkembangan digitalisasi memang sangat terasa di kota ini. Pergerakan politik yang dilakukan selain di masyarakat langsung, pergerakan mulai merambah ke berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, YouTube dan lain sebagainya.

Front Aksi Mahasiswa Cilegon senantiasa mendukung hal apapun dalam perpolitikan namun tetap memperhatikan norma hukum dan norma sosial.

Namun, pesta demokrasi yang seharusnya menjadi damai nyatanya mulai gaduh sejak postingan Ayatullah Khumaini pada halaman Facebook-nya, di halaman tersebut dituliskan pergerakan relawan yang jika ditelaah lebih dalam postingan tersebut memuat foto yang berada di kantor pemerintahan.

Presidium FAM Cilegon Dicky kepada awak media mengatakan kegiatan tersebut sangat mencoreng nama baik Kota Cilegon dan membuat gaduh masyarakat. (5/8/2020)

“Kami akan terus memantau pilkada 2020 agar tetap damai, sejatinya FAM Cilegon akan terus bersama masyarakat dan akan tetap menjadi mitra kritis bagi pemerintah kota Cilegon” ungkap dicky.

Dicky menuturkan, FAM Cilegon terus mengkaji segala bentuk dinamika politik yang ada.

“Semua dinamika politik yang ada kami pantau, kami FAM Cilegon sangat menerima dan menampung keluh kesah masyarakat dan akan menkaji semua permasalahan. Terkait postingan kang Ayat, kami sangat kecewa dan mengutuk keras kegiatan tersebut” tuturnya.

FAM Cilegon masih mengkaji apakah kegiatan tersebut mengandung unsur pelanggaran.

“Kami masih mengkaji permasalahan tersebut, kami terus mengumpulkan fakta-fakta guna kasus tersebut. Namun secara garis besar kami dari FAM Cilegon akan menuntut kepada siapapun itu yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan Politik Praktis”. Pungkasnya.