Pendemi Tak Kunjung Mereda, Banyak Warga Gadaikan Barang

4131

IMG_20200514_150805

Pandemi virus Corona (COVID-19) yang berujung pada kebijakan Pemerintah daerah di sejumlah wilayah berupa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pelarangan mudik ternyata membuat transaksi gadai meningkat drastis.

Kepala Humas Pegadaian Basuki Tri Andayani mengatakan, peningkatan transaksi gadai ini didominasi dengan menggunakan jaminan emas.

“Transaksi gadai mengalaminya peningkatan dengan komposisi barang jaminan 95% berupa emas baik perhiasan maupun emas batangan,” kata Basuki ketika dihubungi..

Sedangkan, 5% di antaranya merupakan jaminan non-emas. Di Pegadaian sendiri memang barang jaminan yang bisa digunakan dalam mengajukan kredit antara lain ponsel, elektronik, kendaraan, dan laptop.

Saat ini, Pegadaian juga melayani transaksi gadai melalui layanan online di aplikasi Pegadaian Digital. Sehingga, masyarakat yang memerlukan pinjaman bisa menggadai barangnya tanpa ke luar rumah untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona.

“Gadai secara online dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Pegadaian Digital. Caranya download aplikasi Pegadaian Digital di AppStore atau Play Store,” terang Basuki.

Di Kota Cilegon terpantau sejumlah masyarakat memenuhi gerai pegadaian untuk menggadai harta benda mereka,  masyarakan beralasan lebih aman menggadaikan harta benda mereka ke Pegadaian daripada ditempat lain karena masih bisa ditebus.

Muhidin,  salah seorang warga Taman Baru Citangkil  datang ke pegadaian  untuk menggadaikan barang berharganya,  dia mengaku sudah sering melakukan transaksi di pegadaian.

“Saya sudah sering kesini dan menggadaikan barang berharga saya ke Pegadaian ini dan alhamdulillah masih bisa ditebus dan aman,  apalagi dalam kondisi pendemi Corona begini,  banyak yang kesulitan menyambung hidup dan saya juga menggadaikan barang saya ini karena sudah kesulitan keuangan pak” Ungkapnya.,  Kamis (14/5/2020).

Hal senada diungkapkan Suimah, warga Kubang Wates Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon, yang datang ke pegadaian dengan tujuan menitipkan barang berharga untuk kemudian akan ditebus kembali.

“Kalau saya kan pedagang pak jadi karena sekarang ini pengunjung di toko saya sepi jadi saya terpaksa menggadaikan barang berharga milik saya udah tul saya pakai modal” Tuturnya.

(Lingga/red)