Peserta STQ Kelurahan Mekarsari Kecewa Panitia Dinilai Tak Serius

134

IMG_20200323_024503

Sejumlah peserta seleksi tilawatil Qur’an (STQ) kelurahan Mekarsari merasa kecewa terhadap mekanisme perlombaan yang diselenggarakan di halaman kantor kelurahan, kecamatan Pulomerak, kota Cilegon, Jum’at 20/03.

Menurut salah satu peserta cabang kaligrafi yang tidak mau disebutkan namanya, menilai panitia kurang siap dan tidak serius melihat dari kegiatan STQ yang diselenggarakan oleh pihak kelurahan.

“Dalam undangan tanggal 20, hari Jum’at itu acara pembukaan bukan agenda perlombaan, saya kaget karna belum persiapan bawa alatnya. Sebelumnya tidak ada teknikal meeting peserta”. Ujarnya.

Berdasarkan keterangan sambutan lurah, acara STQ ini adalah yang pertama kali dilakukan dalam skala kelurahan demi menyaring putra daerah yang berpotensi dalam bidang Al-Quran.

Dalam hal ini, hanya empat cabang lomba yang dilombakan yaitu, MTQ, Hifdzul Qur’an, Kaligrafi dan Murotal dari enam cabang lomba yang sudah berhasil menjaring peserta dari warga kelurahan Mekarsari. Dua cabang lomba lainnya hanya terdapat satu peserta yaitu, MMQ dan MSQ. Sehingga dilanjut mewakili kelurahan untuk ditingkat kecamatan.

Nur Cholis Hasan, peserta cabang MMQ mempertanyakan keseriusan pihak penyelenggara “Ini acara baik atas nama Al-Qur’an, saya rasa panitia lebih mengerti karna bukan sekali ini menyelenggarakan sebuah event, apalagi sekelas kelurahan. Saya ga ngerti mekanisme acara ini”.

Selain itu, pria yang akrab disapa Cholis itu merasa kecewa juga karna dalam kegiatan ini dinilai tidak ada kejelasan bagi peserta tunggal yang ingin ikut seleksi ditingkat kelurahan untuk melanjutkan ke tingkat kecamatan.

“Pak lurah bilang kalo peserta tunggal nanti dicoba, untuk mewakili di kecamatan. Bukan saya ingin juara, tapi memang tidak ada lawan, jadi dalam mekanisme perlombaan bagi peserta tunggal otomatis keluar sebagai pemenang” tukasnya.

Lanjut Cholish, ia tak mengharapkan hadiah atau uang pembinaan, tapi nilai apresiasi dan keterbukaan dari pihak penyelenggara dianggap penting baginya.

(Lis)