Pemerintah Arab Saudi Tangguhkan Umroh dan Haji, Biro Travel  Rugi Besar

8219

images (3)

SERANG – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya. Tindakan pencegahan itu dinilai pemerintah Arab sejalan dengan upaya Organisasi Kesehatan Dunia untuk menghentikan lonjakan virus corona baru.

Kebijakan penutupan calon jemaah umroh dari negara lain ke Saudi tersebut tidak hanya merugikan para jemaah tapi juga sangat berimbas terhadap agen travel dan umroh. Sebab penutupan tersebut membuat agen umroh mengalami kerugian karena mayoritas jasa travel umroh telah memesan tiket pesawat dan akomodasi untuk kebutuhan calon jamaah selama di sana.

“Kerugian pasti besar karena akomodasi khususnya di Saudi tidak akan kembali karena kita komunikasi dengan penyedia tempat tinggal hotel, catering dan lain-lain itu tidak bisa dikembalikan,” kata Direktur Gaido and Travel, Nana Sujana kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

Untuk meminimalisir kerugian, menurut Nana, dirinya bersama asosiasi penyelenggara travel umroh meminta tiket jamaah yang sudah dipesan dan sudah terjadwal kepada pihak penerbangan tidak hangus karena biaya tersebar dari penyelenggaraan travel umroh adalah biaya penerbangan mencapai 70 persen.

“Tiket pesawat jangan dianggap hangus apabila tidak berangkat. Minimal ada pemindahan tanggal jadwal penerbangan untuk meminimalisir kerugian. Sebab kami sudah dirugikan biaya akomodasi yang dipastikan tidak akan kembali. Tapi minimal 60-70 persen biaya terbesar di penerbangan itu harapannya,” katanya.

Disampaikan Nana, travel miliknya dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Saudi bersama 45 orang jamaah pada tanggal 6 Maret 2020, namun terancam batal karena adanya kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang menutup semua rute penerbangan ke negaranya.

Jika pemberangkatan batal dan tiket 45 orang jamaah hangus maka pihaknya akan mengalami kerugian miliaran rupiah. Saat ini pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan pihak penerbangan untuk dilakukan penjadwalan ulang hingga perjalanan ke Saudi kembali dibuka.

“Kita berharap dari penerbangan karena regulasinya dari indonesia, kita sedang negosisasi pihak penerbangan jangan dihanguskan kalau dihanguskan banyak travel mendapatkan kerugian besar,” katanya. (Nas)