KAHMI Menilai Walikota Cilegon Tak Ayomi Organisasi Mahasiswa

2077

FB_IMG_15827824268469592

Dinilai sering mangkir dari undangan organisasi mahasiswa,  koordinator Korps Alumni Himpunan Mahasiswa (KAHMI) Kota Cilegon Dedi menilai Walikota Cilegon tidak bisa mengayomi organisasi yang ada di Kota Cilegon.

Pernyataan Dedi lantaran Walikota Cilegon sering mangkir ketika diundang hadir oleh beberapa organisasi dan tidak pernah direspon, padahal momen tersebut dinilai Dedi cukup tepat untuk berdiskusi membahas permasalahan dan pembangunan daerah.

“Kemarin acara HIPKA, Walikota Cilegon menjanjikan datang, tapi kenyataanya tidak. Acara IKA TEKHNIK juga mengalami kekecewaan yang sama, sekarang KAHMI juga bilangnya hadir tapi tidak ada. Sehingga ini akan menjadi catatan bagi kami,” ujarnya, ditemui usai acara Pelantikan Majelis Daerah KAHMI Kota Cilegon, periode 2020-2025, Rabu (26/02/2020).

Di tempat sama, Koordinator KAHMI Banten, Udin Saparudin juga mengutarakan hal senada terkait Walikota yang mangkir dari undangan.

Padahal, organisasi bukan hal yang menakutkan. Seyogyanya, Walikota Cilegon menjadikan kesempatan ini untuk bersinergi.

“Harusnya pemerintah setempat memberikan ruang, tapi kenyataanya hari ini saja tidak datang, sehingga memunculkan kecurigaan, ada apa sebenarnya dengan Walikota disini,” katanya.

Terpilih sebagai Ketua Presidium, Dedi Arisandi, anggota Arif Rachman, Dadan Ardiyansyah, Kholik Kelana dan Suflawiyah untuk menggantikan Ketua MD Kahmi Kota Cilegon periode sebelumnya, Syaeful Bahri.

Pelantikan tersebut digelar di hotel Royal Permata pada Rabu,  (26/2/2020),  dalam sambutannya Dedi mengatakan bahwa distribusi kaderisasi sangat penting bagi organisasi.

.“Distribusi kader menjadi penting, sehingga pasca berorganisasi bisa mendapatkan peran yang jelas,” katanya.

Dedi yang pernah menjadi Direktur Eksekutif Cilegon Corporate Social Responsibility (CCSR) ini menjelaskan, dengan kepemimpinan baru yang dibuat secara presidium dan fokus terhadap peran kader, diharapkan Kahmi bisa berkontribusi besar dengan pembangunan Kota Cilegon.

“Sebagai insan akademis, pencipta dan pengabdi HMI dan Kahmi diharapkan bisa terus berkontribusi terhadap pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi dan SDM sendiri,” paparnya.

Dedi berharap pihak pemerintah kota cilegon mau membuka diri,  terlebih usia kepemimpinannya di Kota Cilegon bakal berakhir periodisasinya.

 (Kin/red)