DPD NTT Solid Dukung Airlangga Hartarto di Munas Golkar 

59
images (1)
Jakarta – Mayoritas Pengurus DPD II sepakat dengan  kader Partai Golkar di tingkat DPD I mendukung penuh langkah Airlanga Hartarto memimpin kembali partai berlambang pohon beringin itu untuk kali kedua di Musyawarah Nasional yang dihelat 5-6 Desember 2019.
Setelah DPD Golkar Sulawesi Selatan, DPD NTT juga tetap solid dukung Menko Bidang Perekonomian itu tetap memimpin Golkar ke depan.
“Seluruh Dewan Pimpinan Daerah II dan juga DPD I NTT solid mendukung Airlangga Hartarto di Munas Partai Golkar,” kata Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melkianus Laka Lena, dalam Siaran Pers, Senin (25/11).
Terlebih, kata dia, DPD Golkar tingkat I dan II sepakat bahwa Airlangga harga mati untuk kembali memimpin Golkar.
“NTT sudah bulat dan tetap solid mendukung Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua Umum Golkar. Semua DPD II se-NTT dan DPD I sudah sepakat,” katanya.
NTT sendiri, kata dia, akan menyumbang 23 suara untuk Airlangga pada Munas yakni 22 suara DPD II dan satu suara dari DPD I. Jajaran DPD Golkar se-NTT memilih Airlangga untuk kembali memimpin Golkar sudah melalui berbagai pertimbangan.
Salah satunya, Airlangga berhasil memimpin Golkar melewati badai dan keluar sebagai pemenang kedua pada Pemilu serentak 2019. “Airlangga Hartarto memiliki semua kriteria untuk menjabat pucuk pimpinan tertinggi itu di Partai Golkar,” katanya.
Untuk itu, Bambang Soesatyo yang kembali berniat maju di Munas Golkar jangan membuat isu atau menjatuhkan Airlangga selaku kompetitor dalam merebut pucuk pimpinan Golkar.
“Tidak perlu teriak-teriak dan menjelekan Pak Airlangga,” kata politisi Golkar Ace Hasan Syadzily melalui sambungan telepon.
Terlebih, kata dia, Airlangga sudah menghantarkan Bamsoet ke pucuk pimpinan MPR RI. Itu semua, kata dia, sesuai dengan kesepakatan Bamsoet dan Airlangga.
“Yang jelas kesepakatan itu adalah Pak Bamsoet tidak akan maju menjadi caketum Partai Golkar jika sudah ditugaskan sebagai Ketua MPR RI, itu yang harus digarisbawahi. Soal yang lain-lain, hanya Pak Airlangga dan Pak Bamsoet yang tahu,” kata Ace.
Ace pun menyarankan para pendukung Bamsoet untuk mengikuti saja Munas yang akan dihelat 3-5 Desember 2019 mendatang. Jika ingin mendorong Bamsoet maju, maka sebaiknya tidak menjelekan Airlangga, melainkan menawarkan program.
“Sudah seharusnya ajang Munas ini kita sambut dengan kegembiraan dan musyawarah mufakat, bukan berhalusinasi bahwa ada intimidasi segala macam,” ujar Ace.
Untuk itu, Bamsoet termasuk dengan pendukungnya diingatkan agar tidak menganggu dan membuat gaduh suasana politik nasional karena hanya sebuah ambisi. Terlebih, selama kepimpinan Airlangga, Golkar sangat berperan dalam kemenangan Presiden Jokowi di Pilpres 2019.
“Ingat betul, Partai Golkar melejit dibawa Airlangga Hartarto sebagai ketua umum yang top,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar Syahmud Basri Ngabalin.
Sehingga soliditas dan komitmen harus terjaga jelang Munas Golkar. Adapun desakan Bamsoet yang diinginkan oleh salah satu kader maju pada Munas Golkar yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019, tentunya harus disikapi bahwa Airlangga dan Partai Golkar kini menjadi tulang punggung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Oleh karena itu segenap kader Partai Golkar harus menjaga soliditas Partai Golkar dan pemerintah,” kata dia.
Dia menganggap ambisi Bamsoet menjadi tidak terkendali. Seuai dengan nalar, maka ambisi tersebut dapat merusak relasi Partai Golkar dengan Pak Jokowi dan akan menjadi titik mulainya guncangan terhadap pemerintah.
“Marilah kita sama-sama menjaga soliditas dan komitmen membesarkan Partai Golkar. Peran dan kepedulian pak Jokowi pada Partai Golkar telah menjadikan dan memberikannya hak untuk ikut menentukan kebesaran Partai Golkar,” katanya. (Rls)