Gadis Baduy Diperkosa dan di Bunuh

130

SAVE_20190908_020553

Bidik, Serang – Tim dari Polda Banten dan Polres Lebak berhasil menangkap tiga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap SW, seorang gadis Baduy berusia 13 tahun yang terjadi di tengah ladang di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jumat (30/8) lalu.

Mereka adalah AMS (19), AR (15) dan FU (16). Ketiganya warga Desa Margawangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi keji itu didalangi oleh tersangka AMS. Tiga hari sebelum kejadian, AMS berkenalan dengan SW melalui facebook dan menawarkan handphone miliknya.

Mereka kemudian bertemu di kawasan sekitar ladang dimana SW biasa beraktivitas. AMS kemudian mengetahui bahwa SW kerap sendiri di gubuk di ladang tersebut saat siang hari. Timbul lah niat jahat.

Pada Jumat, 30 Agustus 2019, AMS menceritakan soal SW kepada dua rekannya AR dan FU. Entah bisikan setan darimana, ketiganya kemudian merencanakan pemerkosaan terhadap SW yang diketahui memiliki paras cantik. Setibanya di lokasi kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, SW terlihat tengah membelah kayu di belakang gubuk. Korban selanjutnya didatangi oleh pelaku AMS dan berpura-pura menanyakan golok yang digunakan korban untuk membelah kayu.

Setelah golok korban tangan pelaku AMS, senjata tersebut langsung dikalungkan ke leher korban. Dengan dibantu kedua temannya, mulut korban dibekap dan kaki korban dipegang, sedangkan AMS dengan leluasa melampiaskan hasratnya.

Ketika akan digilir oleh kedua temannya AR dan FU, korban berontak dan berteriak minta tolong. Tersangka AMS yang panik langsung menyabetkan golok rampasan tadi ke arah muka korban. Korban sempat menangkisnya hingga tangannya putus.

Meski sudah terluka parah, korban masih berjuang mempertahankan diri. Namun pelaku dengan sadis menggorok leher korban hingga meninggal dunia. Setelah meninggal, korban diseret ke dalam gubuk oleh ketiganya.

Bukannya iba dengan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, tersangka AR dan FU malah menggilir korban yang sudah menjadi mayat. Setelah puas melampiaskan nafsunya, ketiga pelaku meninggalkan korban dan membawa kabur satu buah handphone merek Advan milik korban.

Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir mengatakan, kasus kejahatan yang menimpa gadis asal Baduy Luar itu sangat tidak biasa. Ironisnya, pelaku ketiganya masih remaja dan salah satunya pelajar kelas dua SMA di Kabupaten Lebak.”Perlu saya sampaikan disini, kejadian ini sangat tidak biasa. Dimana pelakunya tiga, melakukan perkosaan dalam kondisi korban luka parah, pergelangannya lepas,” kata Kapolda saat ekspos di Mapolda Banten, Kamis (5/9).

Menurut Tomsi, ketiga pelaku berhasil ditangkap pada Rabu (4/9) kemarin di tempat terpisah. Tersangka AMS diamankan di Desa Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan tersangka AR dan FU ditangkap di rumahnya masing-masing di Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.”Tiga dari para tersangka ini melakukan giliran perkosaan. Kemudian pelaku ditangkap kemarin (Rabu) siang di wilayah Oku, Sumatera Selatan dan dua orang di wilayah Lebak,” ujarnya.

Tomsi mengungkapkan kasus pembunuhan di tahun 2019 ini terus mengalami peningkatan terutama dalam persoalan kekejamannya. Dari 12 kasus pembunuhan yang diungkap Polda Banten, ada beberapa kasus yang menjadi soroton publik, karena kekejamannya.

“Saya ingin menyampaikan kepada rekan-rekan, pada tahun 2019 ini terdapat 12 kasus pembunuhan yang diantaranya cukup menonjol. Kemarin kurang lebih dua minggu lalu, terjadi pembunuhan satu keluarga, bapak, anak dalam keadaan meninggal dan istri kritis. Pembunuhan (kasus) tersebut semakin hari semakin mengalami peningkatan dalam hal kekejian,” ungkapnya.

Atas kondisi itu, Tomsi meminta kepada orang tua, tokoh masyarakat di wilayah hukum Polda Banten memberikan perhatian dan pengasuhan lebih pada anak usia sekolah. Khususnya pada pergaulan di luar rumah.”Kita harapkan orangtua dan lingkungan turun andil membesarkan, mengasuh dan memberikan pendidikan agar lebih care, dan memperhatikan anak-anak kita tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, pelaku AMS membantah jika dirinya otak pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy tersebut. Justru ajakan memperkosa itu, kata AMS, bermula dari inisiatif AR (pelajar SMA) yang mengajak dirinya dan FU.“Kalau yang bunuh emang saya, tapi ini yang ajak (AR), perkosa aja yuk (ajakan AR). Tapi saya enggak berani, dan kata dia, kita bareng-bareng aja (perkosa -red),” katanya.

Menurut AMS, korban dibunuh karena khawatir perbuatan ketiganya ketauan oleh orangtua korban dan warga sekitar, lantaran korban berteriak meminta pertolongan. “Yang pertama ke rumah korban emang saya, dia kan nungguin di jalan. Niatnya memperkosa berhubung dia sendiri (timbul niat jahat). Kenal (dengan korban) tapi nggak ada hubungan apa-apa,” ujarnya.

Sementara itu pelaku FU mengatakan, sebelum memperkosa korban, AMS lebih dahulu menodongkan golok ke leher korban. Setelah itu, ketiganya memperkosa korban. Awalnya, AMS bercerita jika ada perempuan di Kampung Blok Kadu Helang, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak yang tinggal sendiri di gubuk.“Korbannya ditodong sama ini (AMS), kemudian diperkosa. Iya saya ikut perkosa, setelah itu saya dan dia (FU),” kata FU.

Sampai hari ini, terjadi 12 kasus pembunuhan yang terjadi di beberapa wilayah di Banten. Pertama, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh selingkuhan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, depan kantor BNNP Banten, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, pada 12 Januari 2019 dengan tersangka satu orang.

Kemudian, seorang suami secara sadis menghabisi istrinya di Kampung Cisaat, Telaga Bakti, Desa Curug Goong, Padarincang, Kabupaten Serang pada 15 Mei 2019. Pembunuhan di Jembatan Kali Cibanten, Lingkungan Kaujon, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang pada 30 Juli 2019.

Selanjutnya, pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang pada 13 Agustus 2019. Pembunuhan balita oleh ibu kandungnya di Lingkungan Bentola, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon pada 20 Agustus 2019.

Lainnya, kasus pembunuhan dua orang dalam karung yang ditemukan di dua lokasi pada 7 April 2019 di Kampung Tegal Papak, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang di pesisir pantai Karibea, dan pada 10 April 2019 di Jembatan Muara Sungai Ciseukeut, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Kemudian, perampokan yang menewaskan sopir truk air mineral di Jalan Raya Serang Km 25, Kampung Kosambi, Desa Balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang pada 27 Maret 2019. Pembunuhan korban tumbal pesugihan yang ditemukan membusuk di semak-semak, Kampung Cigereuwek, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak pada 24 Agustus 2019.