Wanita Baduy Dibunuh dan di Perkosa, Polisi Temukan Sperma di Jasadnya

230
Tim inafis tengah melakukan penyisiran di lokasi pembunuhan gadis Baduy.(haryono)Tim inafis tengah melakukan penyisiran di lokasi pembunuhan gadis Baduy.(har)

BIDIK, LEBAK –   Gadis Baduy SW, korban pembunuhan di Kampung Kadu Heulang, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar pada Jumat (30/8/2019), diduga sempat melawan pelaku sebelum dibunuh.

Hal ini terlihat dari hasil visum, yang menemukan sejumlah luka bekas sabetan senjata tajam di tubuhnya.

“Ada luka terbuka diduga bekas senjata tajam pada bagian wajah, tangan dan kaki. Korban diduga sempat melakukan perlawanan sampai akhirnya dibunuh,” ungkap Kapolres Lebak AKBP Dani Haryanto, Sabtu (31/8/2019).

Tak hanya luka terbuka, gadis belia ini diduga sempat mengelami pelecehan seksual.

Kapolres menyebutkan dugaan pelecehan seksualitas ini dibuktikan dengan adanya sperma pada bagian kemaluan korban. “Ada kekerasan seksual karena pada bagian kemaluan korban ditemukan sperma,” terang Dani.

Meski demikian, lanjut Kapolres, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Untuk mengetahui ini harus melalui proses autopsi yang saat ini sedang dilakukan tim forensik RSUD dr Drajat Prawiranegara.

“Untuk mengetahui penyebab kematian, kita tunggu hasil autopsi dokter forensik,” tandas.

Seperti diketahui, sebelum mengalami nasib tragis, sekitar pukul 06.00, korban ditinggal sendirian di dalam saung ketika orang tuanya pergi bekerja. Pada pukul 15.30, Arsad, 16, kakak korban pulang dan mendapati bercak darah di bagian depan saung.

Melihat itu, Arsad pun langsung masuk dan melihat sang adik dalam kondisi tergeletak bersimbah darah dengan luka yang diduga akibat senjata tajam. Melihat pemandangan yang mengerikan itu, Arsad langsung berteriak sambil lari minta pertolongan warga. (har)