HMI STIT Al-khairiyah Gelar Pelantikan Pengurus dan Dialog Publik

167

IMG-20190816-WA0080

Bidik, Cilegon – Himpuman Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIT Al- Khairiyah Cabang Cilegon gelar Pelantikan Pengurus dan Dialog Publik pada hari Jumat, (16/08/2019) di Aula STIT Al-Khairiyah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua HMI Cabang Cilegon.Riyan Hidayat
Alumni HMI Sekaligus ketua umum HMI Cabang Cilegon Periode 2011-2013  Ficky Irfandi.

Seluruh Pengurus HMI Komisariat Se Cabang Cilegon, Seluruh Demisioner Ketua Umum HMI STIT Al-Khairiyah, Calon Mahasiswa Baru STIT Al-Khairiyah, Ketua dan anggota BEM/DEMA Se-Kota Cilegon, Ketua dan Anggota IMC Kedutaan Al-Khairiyah.

IMG-20190816-WA0078

Ketua Pelaksana Kegiatan Ini. Abdur Rohim., dalam sambutannya mengungkapkan. Kegiatan ini merupakan suatu keberhasilan regenerasi kepemimpinan dan kepengurusan bagi suatu organisasi yang terpilih secara demokrasi dan di nyatakan,  Hairudin Sebagai Foumatur Terpilih sebagi ketua Umum atas dasar rapat anggota Komisariat yang telah dilaksanakan 2 minggu lalu.

Ketua Umum Terpilih HMI komisariat STIT Al-Khairiyah Cabang Cilegon,  Hairudin mengatakan bahwa Momen pelantikan yang di adakan hari ini,  jum’at (16/8) merupakan hari yang sakral bagi kalangan umat islam yang mana pada hari ini pengurus HMI dan KOHATI di lantik dan di ikrar, maka telah resmi menjadi pengurus periode 2019-2020.

“Komisariat merupakan ujung tombak perkaderan maka dari itu di komisariatlah kita harus mengokohkan tradisi keilmuan yang kompetitif demi terwujudnya kader HMI yang Progresif dan Revolusioner” Ungkapnya.

Sementara itu, ketua umum HMI Cabang Cilegon. Riyan Hidayat dalam sambutannya mengatakan, untuk mencapai tema yang sudah di tentukan, maka kader HMI harus meningkatkan diri melalui kajian, diskusi dan, berproses dengan baik.

“Karena Ujung tombak HMI ada pada Komisariat” kata Ketua Umum HMI Cab. Cilegon itu.

Alumni HMI kota Cilegon, Ficky Irfandi., menambahkan. Sebagai kader atau mahasiswa jangan sampai mau di kapitalisasi oleh seorang kapital, karena fungsi seorang mahasiswa harus menjadi penyeimbang antara masyarakat dan Penguasa” katanya.

Ficky Irfandi mengatakan tema yg di gagas ini “Merkokoh Khittah perjuangan HMI Dalam Tradisi Keimuan Yang Kompetitif”.

“Kata Khittah dan perjuangan merupakan dua suku kata yang saling melengkapi dan tak bisa di pisahkan karena suku kata tersebut ibarat kata VISI dan MISI untuk mencapai VISI kita harus melakukan MISI yang untuk Kedisiplinan keilmuan” Ujar Ficky.

Ficky berharap, kepada Mahasiswa khususnya kader HMI terus belajar dan berjuang dalam dinamisasi sosial yang ada.

“Sehingga mahasiswa terlebih HMI tidak tergerus oleh jaman”. Pungkasnya. ***