Silmy Karim Buka Suara Soal PHK 1300 Karyawan 

233

Foto: Krakatau Steel (istimewa)

Bidik, Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 1.300 karyawan. Kabar tersebut disampaikan pihak serikat pekerja Krakatau Steel melalui sejumlah aksi demo yang digelar para karyawan.

Dirut Krakatau Steel Silmy Karim buka suara merespons kabar tersebut. Dia menjelaskan yang terjadi sebenarnya bukan PHK melainkan restrukturisasi.

Maksudnya ada karyawan yang dipindahkan ke anak maupun cucu usaha, dan bagi mereka yang bersatus pegawai outsourcing dengan masa kerja rata-rata 6 bulan sampai setahun kontraknya tidak diperpanjang

Diketahui, PT Krakatau Steel Tbk didera kerugian selama 7 tahun berturut-turut. Berbagai upaya dilakukan mulai dari restrukturisasi bisnis, restrukturisasi organisasi hingga restrukturisasi utang.
IMG_20190706_022423
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan untuk restrukturisasi bisnis perseroan mengoptimalkan kerja anak dan cucu usaha. Misalnya dengan menawarkan produk dan jasa ke perusahaan atau pihak lain, jadi tidak hanya ke induk usaha.

“Kita berupaya untuk menaikkan penjualan tapi menurunkan biaya. Menaikkan penjualan ini kan upaya restrukturisasi, bagaimana kita mendayagunakan mereka (anak dan cucu) supaya optimal,” kata Silmy, Senin (1/7/2019).

Dia mengungkapkan, misalnya anak usaha Krakatau Steel ada yang bergerak di produsen air industri, pembangkit listrik, pelabuhan, manajemen logistik. Selain itu juga ada properti seperti hotel, gedung pertemuan, ruang rapat, taman rekreasi, lapangan golf sampai rumah sakit.

“Ini semua akan kita optimalkan, bisnisnya yang memang bisa menampung karyawan dan bisa dioptimalisasi,” jelas dia.

Silmy mengungkapkan, saat ini perseroan sudah membidik pasar untuk penawaran jasa dan produk KS. “Kalau pasar sudah ada target masing-masing, tunggu dulu. Kita sedang menyiapkan orangnya dulu dan fasilitasnya,” jelas dia.

Dalam upaya restrukturisasi perusahaan Silmy memiliki strategi penjualan aset-aset non core, perampingan organisasi, mencari mitra bisnis strategis, spin-off, serta pelepasan unit kerja yang semula bersifat cost center yang hanya melayani induk perusahaan (KS), menjadi bagian dari pengembangan bisnis anak perusahaan sehingga bersifat profit center. Program ini disebut juga cost to profit center.

Dia mengatakan, terkait program restrukturisasi dan transformasi perusahaan ini tidak akan bisa menyenangkan semua pihak. Akan tetapi, manajemen menjamin program ini dilakukan sesuai dengan aturan perundangan.

Silmy Karim adalah Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk yang diangkat melalui RUPSLB pada tanggal 6 September 2018. Ia dikenal sebagai seorang profesional muda berlatar belakang ekonom yang berkecimpung dalam bidang pertahanan dan industri pertahanan. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Pindad (Persero), Direktur Utama PT. Barata Indonesia (Persero).
(Dik/Red)