Ratu Ati Marliati Dipastikan Besok Akan Dilantik Gubernur Banten

127

SAVE_20190730_210750

 

Bidik, Cilegon – Setelah menunggu hampir empat bulan sejak terpilih sebagai wakil walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati akhirnya dilantik. Kepastian itu setelah terbitnya SK Mendagri Nomor: 123.36-2922 Tahun 2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Walikota Cilegon, tertanggal 29 Juli 2019.

Informasi yang beredar, Selasa (30/7) malam, Ati akan langsung dilantik oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, di Pendopo Pemprov Banten, Kota Serang, pada Rabu (31/7) siang. Undangan pelantikan sudah beredar di kalangan kepala dinas dan para camat melalui pesan berantai WhatsApp.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Cilegon Lina Komalasari mengaku sudah mendapatkan kabat dari Biro Pemerintahan Pemprov Banten bahwa pelantikan wakil walikota Cilegon digelar Rabu (31/7) siang. “Malam ini SK dari Mendagri sedang diambil oleh Pemprov Banten. Kita juga sednag menunggu. Pemprov maunya Ibu Ati langsung dilantik,” kata Lina.

Informasi yang sama telah diterima oleh Ratu Ati Marliati. Saat dihubungi melalui telepon genggam, Ratu Ati Marliati mengaku tengah mencoba baju Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB). “Ibu sedang persiapan untuk besok. Namanya juga perempuan, pasti banyak persiapannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Banten Gunawan Rusminto, membenarkan adanya informasi jika SK pelantikan Ratu Ati telah ditandatangani. Saat ini, stafnya tengah diutus untuk mencek informasi tersebut.

“Tadi saya dihubungi orang Kemendagri, katanya SK Ibu Ati sudah ditandatangani. Saya sedang cek itu, staf telah berangkat menuju kementerian. SK apa yang sudah ditandatangani, perlu dipastikan dulu,” tuturnya.

IMG_20190730_211523

Diketahui, Ratu Ati Marliati terpilih melalui pemilihan di DPRD Cilegon pada 12 April 2019. Ati yang dicalonkan dari Partai Golkar meraih 28 suara. Sementara rivalnya, Reno Yanuar, yang diusung PDIP meraih enam suara. Proses pelantikan Ati sempat terkatung-katung karena ada salah satu syarat pencalonan yang kurang, yakni rekomendasi dua nama dari parpol tingkat pusat.  (Ibn/Red)