PSSI Bidik Tuan Rumah Dua Turnamen Internasional

167

Sekjen PSSI, Ratu Tisha. (junius)

JAKARTA –  PSSI kembali mendapatkan kepercayaan publik Asia untuk menyelenggarakan event sepakbola internasional, yaitu Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 dan telah mendaftarkan delapan stadion untuk pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria saat menanggapi kesiapan asosiasi sepakbola tertinggi di Tanah Air tersebut.

Menurutnya, untuk menjadi tuan rumah Piala Asia U-16 2020, hal sudah tersebut tertuang dalam surat yang disampaikan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan ditandatangani Direktur Kompetisi AFC Shin Man Gil pada 18 April 2019 lalu.

Tisha mengatakan, PSSI siap menjadi tuan rumah sebab telah memiliki banyak pengalaman di tahun sebelumnya. “Ini sebuah kehormatan bagi kami dan kembali menjadi bukti bahwa PSSI telah mendapatkan kepercayaan penuh dari publik internasional, dalam hal ini Asia, untuk menghelat gelaran sepakbola antar-negara Asia,” kata Tisha dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/6).

Bersama Laos, Myanmar, Singapura dan Vietnam, Indonesia akan menjadi tuan rumah Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 dari Zona Timur.

Kelima negara tuan rumah ini secara otomatis akan ditempatkan di grup yang berbeda dalam pengundian grup yang akan dilaksanakan AFC. Sebelumnya, PSSI pernah menjadi tuan rumah turnamen-turnamen internasional pada tahun 2018. Turnamen-turnamen tersebut adalah AFF Girls Championship, AFF Woman Championship, AFF U-16 Championship, AFF U-19 Championship, AFF Club Futsal Championship.

Kemudian AFF Futsal Championship, AFF Beach Soccer Championship, AFC Club Futsal Championship, AFC U-19 Championship, dan terakhir Asian Games 2018.

Selain Piala Asia U-16 2020, PSSI juga mendaftarkan delapan stadion untuk pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Tiga stadion lainnya berada di luar venue eks Asia Games 2018.

Stadion yang ada di Bali, Solo, dan Yogyakarta pun masuk pertimbangan PSSI untuk didaftarkan ke FIFA. Tiga stadion itu adalah Kapten I Wayan Dipta (Bali), Manahan (Solo), dan Mandala Krida (Yogyakarta).

“Total ada enam sampai delapan (stadion) sudah siap, lima di antaranya arena yang kemarin untuk Asian Games. Mungkin, dua sampai tiga lainnya kami akan lihat di daerah lain. Minimum kapasitasnya itu 15 ribu. Jadi ketika kapasitasnya 15 ribu ke atas, itu sudah bisa. Kami berpikir antara Bali dan Solo,” ungkapnya.

Akan tetapi, Mandala Krida bisa saja tak jadi didaftarkan karena belum memiliki single seat. “Yogyakarta kalau punya stadion single seat mungkin akan menjadi salah satu pilihan,” lanjut Tisha.

“Tribune harus single seat dan yang saya tahu kan Bali akan single seat dalam waktu dekat. Stadion Utama Gelora Bung Karno, Patriot, Pakansari, GBLA, Jalak Harupat, dan Wibawa Mukti kan yang memang sudah single set, semuanya hasil renovasi Asian Games,” tuntasnya. (junius/tri)