Pemudik Bermotor Kuasai Kapal penyeberangan Hingga Pelabuhan

110

Pemudik  bermotor padati kapal yang bergerak dari Bakauheni, Lampung. (irda)Pemudik bermotor padati kapal yang bergerak dari Bakauheni, ( Foto: irda)

Arus mudik dan arus balik Lebaran bukan cuma didominasi oleh mobil pribadi, melainkan juga sepeda motor. Banyak warga perantau di Jakarta pulang kampung menggunakan sepeda motor, baik ke arah Jawa mupun Sumatera.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kepadatan sepeda motor selain terlihat di jalur mudik, juga di kapal fery rute Merak-Bakauheni maupun sebaliknya. Pada puncak arus balik Sabtu (8/6/2019) hingga Minggu (9/6/2019) sepeda motor mendominasi dan ‘menguasai’ hampir separuh tempat parkir kendaraan di dalam fery dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Pengelola kapal menyediakan tempat khusus parkir motor, hampir separuh badan kapal. Pemotor diminta meninggalkan kendaraannya dan bergabung dengan penumpang lainnya di ruang penumpang. Tak kebagian tempat duduk, penumpang kapal menggelar tikar sewaan atau koran bekas lalu lesehan di dek hingga selasar lorong-lorong kapal.

Sejumlah pemotor mengaku mudik dan balik menggunakan ‘kuda besi’ ada keasyikan tersendiri. “Bisa santai dan bisa mampir-mampir ke mana saja yang kami sukai,” kata Lena (30), warga Kalianda, Lampung, yang mudik dan balik naik motor bersama suaminya, Hasan (32_.

Suami istri ini bekerja di kawasan Tangerang, dan setiap tahun mudik ke kampung naik motor. ‘Anak kami di kampung, jadi kami boncengan berdua saja,” timpal Hasan.

Lain lagi dengan Ita (33), dan suaminya, Yunus (33). Mereka nekat membawa anak balita naik motor dari Jakarta ke Bandar Lampung. Begitu pula saat balik ke Jakarta, anak mereka juga dibawa pakai motor. Padahal barang yang dibawa cukup banyak.

“Yang penting hati-hati di jalan, kalau lelah istirahat,” ucap Yunus. Dia mengaku naik motor selain santai, lebih hemat ongkos, juga lebih praktis karena tak perlu naik turun kendaraan. (ird/yp/BB)