GABPKIN Cilegon Menjadi Harapan Baru Bagi Pengusaha Konstruksi

128

IMG_20190629_103706

Bidik, Cilegon –  Sebagai kota Industri yang menghasilkan pabrik besi baja dan industri kimia terbesar di Asia Tenggara,  kota Cilegon semakin seksi bagi banyak kalangan. Satu contoh sebuah perusahaan krakatau steel yang memproduksi baja sebanyak 6 Juta Ton dalam setiap tahunnya,  kendati belakangan diterpa isu tak sedap soal restrukturisasi karyawan, namun  sejumlah pengusaha besar berbagai daerah maupun negara, terus bersemangat menanamkan modalnya di kota yang digelari kota baja.

Melihat peluang ini, sejumlah  pengusaha dengan beragam latar belakang disiplin ilmu membentuk sebuah asosiasi yang didalamnya menangani bidang kontruksi.

Adalah sebuah wadah yang bernama  Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia (GABPKIN) Cilegon yang diketahui telah lama menjadi salah satu badan Asosiasi Pengusaha kontruksi pada Kamis kemarin (27/6) yang dihadiri oleh sejumlah pihak, baik dari kalangan pengusaha, Asosiasi dan pemerintah yang bertempat di Hotel Grand Mangkuputra Cilegon mendeklarasikan diri sebagai salah satu wadah Asosiasi pengusaha konstruksi dengan ketuanya Enan Nova Solihin yang diketahui berlatar belakang aktifis.

“Kami siap berkompetisi sesuai administrasi. Kita pun akan percepat pembuatan SBU, dengan adanya GABKIN kita percepat proses administrasinya dan satu ini GABPKIN Cilegon sudah memiliki 25 anggota” Ujarnya usai dilantik oleh ketua GABPKIN Provinsi Banten.

Enan menambahkan, Gabkin akan melakukan kunjungan ke seluruh instansi yang ada, baik pemerintahan maupun swasta. Dengan banyaknya para anggota yang mendaftar,  pihaknya optimis para pengusaha lokal bisa bersaing.

“Kami akan membangun silaturahmi dan bersinergi dengan seluruh instansi yang ada di Kota Cilegon dan kita akan melakukan audiensi. Mengingat yang tergabung di Gabpkin yang sudah memiliki  sertifikasi badan usaha (SBU) kami sangat optimis, sekarang aja sudah 9 perusahaan yang gabung sama kita, belum termasuk yang  20 perusahaan ebih yang akan menyusul minta gabung ke GABKIN” Ulasnya.

Pihaknya berharap seluruh sektor industri agar melakukan pelelangan secara terbuka, baik usaha di pemerintah maupun swasta, agar melakukan proses lelang secara online, detail dan informatif sesuai dengan tahapan dan syaratnya sehingga tidak ada lagi pihak yang dirugikan akibat tertutupnya informasi.

“Kita harapkan persaingan usaha bisa dilakukan secara terbuka, lelang harus ada secara online. Jangan sampai pemerintah atau swasta menutup informasi dan prosesnya, seperti proses administrasi pelelangan. Jangan sampai ada yang tertutup atau ditutup-tutupi sehingga tidak ada pihak yang dirugikan” Ucapnya.

Mengingat banyaknya wadah Asosiasi,  GABKIN berharap bisa terlibat secara aktif dalam setiap lelang. Baik dari pemerintah dan swasta.

“Kita meminta Pemkot Cilegon atau pihak swasta di Cilegon, untuk mengajak secara bersama tahapan proses lelang termasuk tahapan administrasinya. Jangan tiba-tiba gara-gara satu syarat administrasi kurang, kita gak tau dan tidak bisa memenangkan lelang.” Imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon, Tb. Dikrie Maulawardhana yang hadir dalam pelantikan tersebut mengungkapkan harapannya agar GABKIN bisa menjadi mitra dalam pembangunan di Kota Cilegon, mengingat tidak ada aturan yang memprioritaskan pengusaha lokal.

“Harapan kami agar bisa menjadi mitra dalam berakselerasi dengan pembangunan di Kota Cilegon, karena tidak ada pembangunan tanpa adanya jasa kontruksi. Ketika Cilegon memprioritaskan pembangunan, maka perlu banyak kontraktor. Tidak aturan maupun Undang-Undang hingga Perda yang memprioritaskan pengusaha lokal, sebuah lelang dilakukan, kemudian ternyata pemenangnya misal dari kota luar, tidak boleh ada pelarangan dari kota luar masuk.” Ungkapnya.

Dikrie pun menambahkan, bahwa hanya sedikit pengusaha kontruksi yang memiliki SBU spesialis. Dari data tingkat nasional, hanya 4 persen. Ia berharap agar GABKIN atau Pengusaha Kontruksi Cilegon memiliki SBU spesialis.

“Secara nasional pengusaha konstruksi yang memiliki SBU spesialis hanya 4%, sisanya general. Nah saya mendorong agar pengusaha Cilegon bisa ada banyak pengusaha spesialis. Sejauh ini pengusaha kontruksi Cilegon, cukup bagus. Ternyata pengusaha kontruksi Cilegon bisa masuk.” Terang Dikrie. (Kin)