Pencarian dan Evakuasi Korban Tertimbun Longsor Sukabumi Gunakan Alat Berat

127

808260_720

Tim gabungan pencarian korban tanah longsor Sukabumi, tepatnya di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menemukan kembali jasad warga yang tertimbun.

Tercatat, hingga pukul 14.00 WIB, Selasa 1 Januari 2019, sudah 13 warga yang ditemukan.

“Hingga tadi siang, kami kembali menemukan 13 korban dalam kondisi meninggal dunia,” kata Komandan Resor Militer 061 Suryakencana, Kolonel Muhammad Hasan, kepada wartawan di posko bencana, Senin 1 Januari 2019.

Dengan begitu, lanjut Hasan, korban meninggal dunia yang tertimbun sebanyak 15 orang. Sebelumnya pada Senin 31 Desember 2018 malam, tim evakuasi gabungan menemukan dua korban. “Hingga saat ini masih ada enam mayat di lokasi,” jelas Hasan.

Hasan memastikan, hasil pendataan detail di lapangan, korban yang terindikasi tertimbun totalnya sebanyak 35 orang. Dengan telah ditemukannya 15 mayat korban tertimbun tanah longsor, berarti tinggal tersisa sebanyak 20 orang.

“Perlu kami sampaikan, sempat ada kesimpangsiuran data. Jumlah warga yang berada di kampung itu sebanyak 101 jiwa. Terus ada satu orang bayi yang meninggal di rumah sakit. Jadi datanya sebanyak 15 korban yang sudah ditemukan termasuk bayi yang meninggal di rumah sakit,” jelas dia.

Berdasarkan informasi, tujuh orang yang sebelumnya sudah ditemukan itu masing-masing teridentifikasi bernama Hendra, Sasa, Ukri, Riska, Ahudi, Rita, dan Yanti. Sementara enam mayat yang masih berada di lokasi belum teridentifikasi. “Nanti kami akan bawa ke DVI untuk diidentifikasi,” jelasnya.

Proses pencarian dan evakuasi korban tertimbun longsor Sukabumi menggunakan sejumlah alat berat. Sehingga cukup memudahkan dalam proses pencarian. “Tadi kami menggunakan beberapa alat berat untuk memudahkan proses pencarian,” tandas Hasan.