KPU Berencana Tidak Lagi Berikan Kisi-kisi Soal Debat

71

 

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan debat Capres-Cawapres pertama dengan tema Hukum, HAM, Korupsi, dan terorisme tampaknya belum sepenuhnya memenuhi harapan publik. KPU, kata Wahyu bersama televisi penyelenggara dan tim sukses pasangan calon akan melakukan evaluasi menyeluruh.

“KPU melakukan evaluasi menyeluruh terkait format dan mekanisme debat untuk perbaikan debat berikutnya,” ujar Wahyu di Jakarta, Sabtu (19/1).

Salah satu yang dievaluasi, kata Wahyu adalah terkait isu pemberitahuan abstraksi kisi-kisi soal debat kepada kandidat. KPU berencana tidak lagi memberikan kisi-kisi soal kepada kandidat seminggu sebelum debat dimulai.

“KPU berupaya mengartikulasikan harapan publik sehingga untuk debat berikutnya abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada kandidat,” ungkapnya.

Wahyu mengatakan KPU sedang menerima respon, masukan dan kritikan dari masyarakat terkait pelaksanaan debat di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1) malam lalu. Berbagai masukan dan kritikan akan menjadi bahan pertimbangan KPU melakukan evaluasi debat pertama tersebut.

“Sebagai pelayan publik dalam bidang kepemiluan, KPU terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan debat pertama memang tidak bisa memuaskan semua pihak. Namun, kata dia, KPU tentunya selalu berupaya memberikan yang terbaik sehingga tujuan debat sebagai metode kampanye bisa terwujud.

“Desain seperti apapun percayalah pasti akan ada yang setuju dan tidak setuju. Jadi nggak apa-apa, KPU berupaya menampilkan yang pas dan paling baik,” kata Arief.

KPU telah mengaturnya sehingga ada segmen di mana paslon menjawab pertanyaan yang sudah diberikan sebelumnya dan ada segmen saling menjawab dan menanggapi pertanyaan. Namun, kata dia, KPU tidak bisa memaksa paslon menjawab menarik, elaboratif dan tidak normatif.

“Bahwa kandidat itu jawabannya normatif dan datar, itu sudah urusan kandidat. Tapi kan tidak cukup dia menjawab, paslon lain menanggapi, tidak cukup hanya menanggapi, dia dikasih menjawab tanggapan,” ujarnya. (YUS)