Korban Longsor Cisolok Sukabumi, 16 Orang Meninggal, 19 Masih Dicari

231

Proses evakuasi korban bencana longsor di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019).

Update pencarian korban longsor di Kampung Garehong, RT 05/04, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, hingga Selasa (1/1/2019) sore, satu jenazah kembali ditemukan.

Dengan demikian, total jenazah yang ditemukan dalam keadaan meninggal hingga saat ini berjumlah 16 orang.

Pada Rabu (2/1/2019) proses pencarian korban longsor di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, ini akan terus dilanjutkan.

Menurut tim gabungan, pencarian korban longsor pada Selasa kemarin dihentikan karena cuaca buruk dan suasana mulai gelap di sekitar lokasi.

“Hingga tadi siang (kemarin), kami kembali menemukan 14 korban dalam kondisi meninggal dunia, hari sebelumnya dua,” kata Danrem 061 Suryakencana, Kolonel Muhammad Hasan, seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Hasan mengatakan, total korban meninggal dunia yang tertimbun sebanyak 16 orang. Sehari sebelumnya pada Senin (31/12/2018) malam, tim evakuasi gabungan sudah menemukan dua korban.

Hasan memastikan, hasil pendataan detail di lapangan, korban yang terindikasi tertimbun totalnya sebanyak 35 orang.

Dengan telah ditemukannya 16 mayat korban tertimbun tanah longsor berarti tinggal tersisa sebanyak 19 orang.

“Perlu kami sampaikan, sempat ada kesimpangsiuran data. Jumlah warga yang berada di kampung itu sebanyak 101 jiwa. Terus ada satu orang bayi yang meninggal di rumah sakit. Jadi datanya sebanyak 16 korban yang sudah ditemukan termasuk bayi yang meninggal di rumah sakit,” katanya.

Berdasarkan informasi, tujuh orang yang sebelumnya sudah ditemukan itu masing-masing teridentifikasi bernama Hendra, Sasa, Ukri, Riska, Ahudi, Rita, dan Yanti.

“Sisanya nanti yang belum teridentifikasi kami akan bawa ke DVI untuk diidentifikasi,” kata Kololen Muhammad Hasan.

Proses pencarian dan evakuasi korban tertimbun menggunakan sejumlah alat berat.

“Tadi kami menggunakan beberapa alat berat untuk memudahkan proses pencarian,” kata Muhammad Hasan.

Hasan mengatakan, sore ini proses evakuasi dihentikan sementara karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan. Menurutnya, cuaca buruk bisa membahayakan para relawan dan tim evakuasi. (Tim)