ICW Curigai Klub Golf Misterius Penyumbang Dana Kampanye Terbesar Jokowi-Ma’ruf

230

dabpoadpo

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencurigai Perkumpulan Golfer TBIG dan TRG yang menyumbang dana kampanye pihak ketiga terbesar. Perkumpulan ini diduga menampung uang dari berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Hukum pada Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Donal Fariz dalam diskusi bertajuk “Analisis Laporan Dana Kampanye Pasangan Calon Pilpres 2019′.

“Kami menduga dari sumbangan ini bertujuan untuk mengakomodasi penyumbang yang tidak diketahui identitasnya,” ujar Donal di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Kecurigaan ini muncul berdasarkan data yang dihimpun ICW. Data tersebut menunjukkan terdapat perusahaan dengan nama PT TBIG dan PT TRG yang sahamnya dimiliki Wahyu Sakti Trenggono, Bendahara Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

Dari rilis yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang dana kampanye, 80 persen penyumbang perseorangan Jokowi-Ma’ruf tidak terbukti. Sedangkan Perkumpulan Golfer menjadi penyumbang dana dari pihak ketiga terbesar dengan total Rp 19 miliar dari 112 transaksi.

Soal maksimal suntikan dana, KPU menetapkan untuk Badan Hukum Usaha atau corporate menyumbang paling banyak Rp 25 miliar. Sedangkan untuk perseorangan sebanyak Rp 2,5 miliar.

icw

ICW menduga kuat, Perkumpulan Golfer bisa saja merupakan wadah dana bagi perorangan. Hal tersebut diduga untuk menghindari aturan KPU yang hanya memperbolehkan perorangan menyumbang dana maksimal Rp 2,5 juta.

“Siapa penyumbang atau dari mana asal dana kelompok Perkumpulan Golfer. Apabila perseorangan, mengapa tidak dilaporkan sebagai sumbangan perseorangan? Apabila perusahaan, mengapa tidak dilapokan atas nama perusahaan?” katanya mempertanyakan.

Dalam penyerahan laporan Penerima Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bendahara TKN, Wahyu Sakti Trenggono, mengatakan, dari laporan perdana, dana yang masuk jumlahnya Rp 11,9 miliar. Kemudian pada 23 September 2018 – 1 Januari 2019, masuk Rp 44,8 miliar.

“Sehingga total Rp 55,9 miliar,” ucap Wahyu di kantor KPU Pusat, Jakarta, Rabu (2/2/2018).

Dia menjelaskan dana dari 23 September 2018 – 1 Januari 2019 itu, didapat dari sumbangan paslon sebanyak Rp 32 juta, kemudian parpol pendukung yang bentuknya jasa sebesar Rp 2,1 miliar. Kemudian perseorangan Rp 121 juta, kelompok Rp 37,9 miliar, badan usaha Rp 3,9 miliar. Sehingga totalnya itu Rp 44, 8 miliar.

Wahyu juga menuturkan, partai-partai yang ikut menyumbang dari NasDem serta Perindo. Kemudian badan usaha tersebut dari PT Lintas Teknologi Indonesia.

“Kami selesaikan karena cukup memakan waktu karena kami ingin akurat. Kami tidak ingin satu rupiah pun yang tidak terekam. Laporan maksimal hingga tanggal 2 Januari pukul 18.00 WIB,” ungkap Wahyu.

Dia mengungkapkan, dana tersebut lebih banyak digunakan untuk kegiatan konsolidasi seperti di Aceh, Riau, Jambi, Banten, Papua, dan Bali serta digunakan untuk kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN Jokowi-Ma’ruf di Surabaya.

Wahyu juga menyebut, ke depan dana yang akan banyak dikeluarkan adalah untuk alat peraga kampanye (APK) dan saksi membutuhkan dana besar. Sehingga, ke depannya pihaknya akan mengoptimalkan dengan sistem yang efisien.

“Sekarang jadi pemikiran bagaimana cari dana saksi dengan gerakan parpol koalisi. Kalau bisa dioptimalkan dan kami siapkan sistem agar efisien,” jelas Wahyu.

Dia tak menampik, selama ini para pengusaha akan memberikan sumbangan untuk pasangan nomor urut 01 itu. Sehingga nantinya, TKN akan mengadakan gathering pada Januari atau Februari 2019 di Hotel Pullman.

“Rencana awal gathering dengan pengusaha tanggal 21 Januari, tapi masih banyak yang libur, sehingga kemungkinan Februari di Hotel Pullman,” tandasnya.

(Rifki Aufal Sutisna)