Cerita Seorang Korban Selamat Longsor di TPSA Cilowong: Saya Tergulung Timbunan Sampah

396

Dua alat berat melakukan proses pencarian korban tertimbun longsoran di TPSA Cilowong, Kota Serang. Dua orang perempuan diduga tertimbun dan belum ditemukan hingga saat ini.

SERANG,  – Longsor yang terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada Selasa (1/1/2019) diduga menimbun dua orang perempuan.

Hal tersebut diinformasikan oleh korban selamat bernama Dodi.

Dodi merupakan seorang warga kampung setempat yang juga membuka warung di TPSA tidak jauh dari lokasi longsoran. Sore hari, saat kejadian, dia mengisahkan jika sedang menanam jagung di sekitar lokasi longsor.

“Saya posisinya sedang di atas, tiba-tiba ada teriakan dari dua ibu-ibu, mereka sambil lari, Pak lari, lari cepat,” kata Dodi menirukan teriakan salah satu korban di TPSA Cilowong, Rabu (2/1/2019).

Dodi saat itu tidak mengetahui jika ada longsor. Dirinya hanya mengira mungkin ada ular. Namun, beberapa detik kemudian terdengar suara gemuruh dan suara dahan pepohonan patah.

“Kejadiannya sangat cepat, beberapa detik saya sadar jika longsor, saya sudah tergulung timbunan sampah hingga ke bawah, sekitar 200 meter dari posisi saya sebelumnya di atas,” kisah dia.

Dodi menyebut butuh beberapa waktu untuk menyelamatkan diri dari timbunan sampah. Sebab, sekujur tubuhnya terkubur material sampah campur tanah.

“Tapi, alhamdulilah saya bisa bangkit berdiri, selamat hanya luka di bagian perut saja,” kata dia.

Sementara untuk dua perempuan yang tadi berteriak, Dodi tidak tahu bagaimana nasibnya.

Dirinya hanya bisa menunjukkan lokasi terakhir kali melihat kedua perempuan tersebut sebelum tertimbun longsoran sampah.

“Tidak jauh dari jalan setapak itu, saya lihat mereka berdua lari, tapi setelahnya saya tidak tahu lagi karena saya juga tergulung longsoran,” kata dia.

Belakangan, diketahui jika kedua perempuan tersebut bernama Jemah (45) dan Ida (42).

Ketua Pelaksana BPBD Kota Serang, Tubagus Muhammad Suherman mengatakan, dari keterangan para warga setempat, Jemah saat itu hendak menggiring kambing peliharaannya, sementara Ida akan membeli telur ke warung Dodi.