Kota Cilegon Dihujani Debu Vulkanik Krakatau

388

gunung anak krakatau

Kota Cilegon, Banten dihujani debu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau (GAK), Rabu (26/12/2018). Debu vulkanik berwarna hitam kasar ini membuat warga panik bahkan mengganggu pengendara motor.

“Mata ini terasa perih karena rasanya banyak sekali debu yang masuk. Ini ngga biasanya. Bahkan motor penuh ditempeli debu begini,” ungkap Anton, seorang pemotor menunjukkan debu hitam yang menempeli motornya.

Tak hanya hujan debu, warga juga bahkan dikagetkan dengan bunyi dentuman keras yang tidak diketahui asalnya. “Dan sudah lebih dari tujuh kali dari jam 16.35 WIB hingga sekarang terdengar sayup-sayup dentuman bunyi ledakan. Ga tau darimana sumbernya,” ungkap Wawan, warga lainnya.

Kebenaran asal usul debu yang menurut dugaan warga berasal dari erupsi vulkanik GAK tersebut juga bahkan ramai diperbincangkan di sejumlah media sosial. Debu kasar dan hitam bahkan terpantau merata menempel di seluruh kendaraan yang tengah terparkir di halaman Kantor Walikota Cilegon.

Kasi Data dan Informasi BMKG Kabupaten Serang, Tarjono membenarkan adanya hujan debu yang diakibatkan dari erupsi Gunung GAK. Tak hanya di Kota Cilegon, laporan hujan debu dilaporkan Tim Basarnas yang bertugas di Labuan, Pandeglang.

“Kami juga mendapat laporan dari Kepala Basarnas Banten menanyakan hujan debu di Labuan yang diakibatkan aktifitas Gunung Anak Krakatau. Hujan debu sudah merata Kota dan Kabupaten Serang juga terkena,” kata Tarjono kepada wartawan melalui telepon. (har/bb)