Humphrey Djemat : Pemerintah Telah Melakukan Intervensi Politik Untuk Bohongi Publik

297

images_8_11

Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menegaskan, Putusan PK No. 79 tahun 2016 telah mengesahkan PPP versi Muktamar Jakarta. Karena Putusan PK tersebut telah memberikan pertimbangan bahwa perselisihan PPP adalah perselisihan mengenai muktamar dan oleh karenanya harus dikembalikan sesuai dengan amanat mahkamah partai. Muktamar Jakarta merupakan sebagai satu-satunya muktamar yang telah dilaksanakan sesuai dengan keputusan mahkamah partai.

“Begitu pun Putusan Peninjauan Kembali No. 182 PK/TUN/2018 yang dikeluarkan Pengadilan TUN Jakarta tetap sejalan dengan Putusan PK No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016,” tegas Humphrey Djemat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (29/12/2018).

Humphrey menuturkan, Putusan PK No. 182 tahun 2018 dan bahkan seluruh perkara pengadilan yang berlangsung antara PPP Muktamar Jakarta dengan PPP Muktamar Pondok Gede, baik dalam lingkup perdata, TUN maupun MK, faktanya hingga saat ini tidak pernah ada yang memberikan keabsahan kepada PPP Romahurmuzy (Romy) atau Muktamar Pondok Gede.

“Sebaliknya, justru PPP Muktamar Jakarta yang pernah dinyatakan sah oleh Putusan MA yang inkracht, yaitu Putusan MA No. 601 yang menyatakan keabsahan Muktamar Jakarta dan Putusan MA No. 504 yang membatalkan SK Menkumham terhadap kubu Romy, namun keduanya tidak dihiraukan oleh Pemerintah melalui Menkumham dengan berbagai alasan yang dipaksakan,” paparnya.

Dengan demikian, sambung Humphrey, terbukti bahwa perselisihan PPP tidak luput dari intervensi Pemerintah yang telah membodohi publik dengan melakukan praktik curang, dimana hukum telah dikangkangi demi kepentingan politik. Publik akan melihat bahwa PPP Muktamar Jakarta sesungguhnya tidak berhadapan dengan PPP Romy, melainkan berhadapan dengan Penguasa yang lalim.

“Meskipun setiap kemenangan PPP Muktamar Jakarta di pengadilan secara de facto tidak pernah terwujud akibat berhadapan dengan Pemerintah yang tidak patuh hukum, namun dipastikan tekad dan perjuangan demi menemukan keadilan tidak akan pernah berhenti. Fiat Justitia Ruat Caelum( keadilan tetap harus ditegakkan, walaupun langit akan runtuh),” paparnya.  (Hery/HunTer)